banner 728x250
Batam  

Sikap Bijak Menanggapi Pro dan Kontra Program MBG dalam Perspektif Islam

banner 120x600
banner 468x60

Oleh Ust Achmad Abu Syahid

Anggota PMB Batam Kota

banner 325x300

Perbedaan pandangan dalam menyikapi suatu program pemerintah merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Termasuk dalam melihat Program MBG, yang hari ini menjadi bahan diskusi dan perdebatan di tengah masyarakat. Ada pihak yang mendukung karena melihat manfaatnya bagi rakyat, sementara ada pula yang mengkritisi karena menilai adanya potensi mudharat atau dampak tertentu yang perlu dipertimbangkan. Dalam situasi seperti ini, masyarakat hendaknya tidak terjebak pada sikap saling menyerang, melainkan lebih mengedepankan kebijaksanaan dan kedewasaan dalam berpikir.

 

Dalam perspektif Islam, menilai suatu persoalan tidak cukup hanya melihat satu sisi semata. Islam mengajarkan prinsip pertimbangan maslahat dan mudharat dalam setiap urusan kehidupan. Sesuatu yang dianggap baik harus benar-benar diteliti manfaatnya secara luas, dan sesuatu yang dikritik juga perlu dipahami secara objektif agar tidak melahirkan fitnah maupun prasangka yang berlebihan. Karena itu, perbedaan pandangan tentang Program MBG seharusnya dijadikan ruang musyawarah dan kajian bersama demi mencari kebaikan untuk masyarakat, bukan menjadi pemicu permusuhan sosial.

 

Bagi pihak yang mendukung program tersebut, penting untuk tetap membuka diri terhadap kritik dan masukan. Kritik bukan selalu bentuk kebencian, melainkan sering kali lahir dari rasa peduli agar pelaksanaan program berjalan lebih baik, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Sikap anti kritik justru dapat mempersempit ruang dialog dan melahirkan kesan bahwa sebuah kebijakan tidak boleh disentuh oleh pandangan berbeda. Padahal dalam ajaran Islam, musyawarah dan saling mengingatkan merupakan bagian penting dalam menjaga kemaslahatan bersama.

 

Sebaliknya, bagi pihak yang tidak setuju terhadap Program MBG, kritik hendaknya disampaikan dengan cara yang santun, argumentatif, dan tidak provokatif. Islam sangat menekankan pentingnya adab dalam berbicara dan menyampaikan pendapat. Menebar kebencian, menghina, atau membangun opini yang memecah belah masyarakat bukanlah cara yang mencerminkan akhlak yang baik. Kritik yang sehat seharusnya bertujuan memperbaiki keadaan, bukan memperbesar konflik dan menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.

 

Dalam kehidupan sosial modern, media sosial sering menjadi ruang yang memperkeruh perbedaan pandangan. Banyak orang lebih mudah terpancing emosi daripada mengedepankan tabayyun dan kejernihan berpikir. Padahal satu informasi yang disampaikan tanpa kehati-hatian dapat memicu salah paham yang luas. Oleh sebab itu, masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan opini terkait Program MBG agar tidak terjebak pada fitnah, hoaks, maupun provokasi yang merusak persatuan.

 

Islam mengajarkan bahwa persaudaraan dan persatuan jauh lebih penting daripada memenangkan perdebatan. Perbedaan pendapat hendaknya tidak menjadikan sesama umat saling mencurigai atau saling menjatuhkan. Orang yang mendukung tidak perlu merendahkan pihak yang mengkritik, dan pihak yang menolak juga tidak perlu memusuhi mereka yang mendukung. Selama perbedaan itu disampaikan dengan adab dan niat mencari kebaikan, maka perbedaan justru dapat menjadi jalan lahirnya solusi yang lebih matang dan bijaksana.

 

Pada akhirnya, sikap terbaik dalam menyikapi pro dan kontra Program MBG adalah menjaga kejernihan hati, keluasan pikiran, dan kemuliaan akhlak. Menimbang manfaat dan mudharat harus dilakukan dengan ilmu, bukan sekadar emosi atau kepentingan sesaat. Jika masyarakat mampu menjaga etika dalam berbeda pendapat, maka perdebatan tidak akan berubah menjadi perpecahan, melainkan menjadi ruang pembelajaran bersama demi mewujudkan kehidupan sosial yang lebih damai, adil, dan penuh keberkahan.

Tim

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *