banner 728x250

Jejak Pengabdian Seorang Pekerja Kota: Duka atas Wafatnya Wendri Mardi, Dari Pedagang Keliling hingga Petugas Kebersihan

banner 120x600
banner 468x60

sidikfokusnews.com.TANJUNGPINANG — Duka mendalam menyelimuti masyarakat Kota Tanjungpinang setelah kabar wafatnya Wendri Mardi, seorang pekerja kebersihan yang dikenal sederhana dan pekerja keras. Pria berusia 49 tahun itu meninggal dunia pada Senin malam dan dimakamkan pada Selasa siang selepas salat Zuhur di kawasan pemakaman Km 15 Kijang, Kabupaten Bintan.

Kabar wafatnya Wendri Mardi dengan cepat menyebar di kalangan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir Tepi Laut yang selama ini menjadi ruang aktivitasnya. Alamat duka berada di Perumahan Anugrah Bintan Raya Blok B Nomor 8, Jalan Asia Afrika, Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang. Di rumah sederhana tersebut, keluarga, kerabat, serta warga sekitar berkumpul dalam suasana haru untuk mengiringi kepergian seorang kepala keluarga yang selama hidupnya dikenal gigih berjuang demi menghidupi keluarganya.

banner 325x300

Semasa hidup, Wendri Mardi menjalani berbagai pekerjaan. Ia merupakan potret nyata ketekunan masyarakat kecil yang berusaha bertahan dalam dinamika kehidupan perkotaan. Pada masa sebelumnya, almarhum dikenal sebagai pedagang kerupuk keliling di kawasan Tepi Laut, area yang sering disebut masyarakat sebagai TPL. Dengan cara sederhana, ia menjajakan dagangannya kepada para pengunjung yang datang menikmati suasana pesisir kota.

Seiring berjalannya waktu, Wendri juga sempat berjualan minuman tradisional bandrek di kawasan Anjung Cahaya, sebuah titik keramaian masyarakat pada malam hari. Usaha kecil tersebut dijalaninya dengan kesabaran sebagai cara untuk menambah penghasilan keluarga.

 

Dalam beberapa waktu terakhir, almarhum bekerja sebagai petugas pengangkut sampah yang berkaitan dengan aktivitas kebersihan kota. Pekerjaan tersebut menempatkannya sebagai bagian dari sistem pelayanan publik yang memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan perkotaan.

Selain itu, Wendri juga dikenal masyarakat sebagai tukang parkir di kawasan Tepi Laut pada malam hari. Aktivitas tersebut menjadi pekerjaan tambahan yang dijalaninya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama demi membiayai kehidupan keluarga dan pendidikan anak-anaknya yang masih bersekolah.

Namun di balik kerja keras tersebut, takdir berkata lain. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat yang enggan disebutkan namanya, peristiwa yang menimpa almarhum diduga berkaitan dengan kecelakaan kerja saat aktivitas pengangkutan sampah berlangsung.

Disebutkan bahwa almarhum terseret oleh lori atau kendaraan pengangkut sampah ketika berada di area gerbang yang dibangun pemerintah di kawasan Taman Gurindam 12.

Dalam kejadian tersebut, diduga terjadi benturan keras pada bagian kepala almarhum setelah tubuhnya terseret kendaraan pengangkut sampah. Peristiwa itu berlangsung dengan cepat dan diduga menjadi penyebab kondisi kritis yang kemudian berujung pada meninggalnya Wendri Mardi.

Pihak keluarga sendiri mengetahui kondisi tersebut setelah menerima kabar pada dini hari sekitar pukul 04.00 bahwa almarhum telah berada di Rumah Sakit Angkatan Laut. Sang istri, Harniti, segera menuju rumah sakit setelah mendapat informasi tersebut. Namun ketika ia tiba, suaminya sudah dinyatakan meninggal dunia.

Kabar duka tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga. Di rumah duka, suasana haru terlihat jelas ketika Harniti bersama anak-anaknya menerima pelayat yang datang memberikan doa dan dukungan moral. Bagi keluarga, almarhum bukan hanya sosok ayah dan suami, tetapi juga tulang punggung utama yang selama ini bekerja keras untuk menjaga keberlangsungan hidup rumah tangga.

Saat prosesi pemakaman berlangsung, sejumlah tokoh masyarakat serta pejabat daerah turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, terlihat hadir menyampaikan doa serta belasungkawa kepada keluarga almarhum. Kehadiran kepala daerah tersebut menjadi simbol empati pemerintah terhadap warganya yang selama ini berkontribusi menjaga kebersihan kota.

Peristiwa ini kemudian memunculkan perhatian dari sejumlah pengamat kebijakan publik dan sosial perkotaan. Mereka menilai kejadian yang menimpa Wendri Mardi menjadi pengingat penting mengenai kondisi para pekerja sektor kebersihan dan pekerja informal yang sering berada di garis depan pelayanan kota namun kerap bekerja dalam kondisi penuh risiko.

Pengamat kebijakan publik menilai pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi terhadap sistem perlindungan kerja bagi tenaga kebersihan, termasuk standar keselamatan kerja, perlengkapan pelindung, serta prosedur operasional di lapangan. Menurut mereka, pekerjaan pengangkutan sampah bukan sekadar pekerjaan rutin, melainkan aktivitas yang memiliki potensi bahaya tinggi apabila tidak didukung oleh sistem keselamatan yang memadai.

Sementara itu, pengamat sosial perkotaan menilai bahwa sosok seperti Wendri Mardi merupakan representasi nyata pekerja kota yang jarang mendapatkan sorotan. Mereka hadir setiap hari menjaga kebersihan lingkungan, mengangkut sampah, hingga membantu menjaga ketertiban ruang publik, namun kesejahteraan serta perlindungan kerja mereka sering kali belum menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan.

Peristiwa ini juga mengingatkan bahwa keberlangsungan sebuah kota tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik dan kebijakan besar, tetapi juga pada kerja keras orang-orang sederhana yang menjalankan fungsi pelayanan dasar bagi masyarakat.

Kini, setelah kepergian Wendri Mardi, yang tersisa adalah kenangan tentang ketekunan dan perjuangan seorang ayah yang menjalani berbagai pekerjaan demi keluarga. Di rumah duka yang sederhana, doa-doa terus dipanjatkan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.”
Sebuah kalimat yang menjadi pengingat bahwa setiap kehidupan pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta, sementara jejak pengabdian dan kerja keras seseorang akan tetap hidup dalam ingatan keluarga serta masyarakat yang pernah mengenalnya.

arf-6

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *