banner 728x250
Batam  

Dari Sosialisasi ke Aksi Nyata: Gerakan Perlindungan Pekerja Batam Diperkuat Peran Perisai di Akar Rumput

banner 120x600
banner 468x60

sidikfokusnews.com. Batam- Upaya memperluas perlindungan sosial ketenagakerjaan di Kota Batam terus menunjukkan geliat yang semakin konkret. Melalui kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Sekupang dan Pemerintah Kota Batam, Gerakan RT/RW Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang sosialisasi, tetapi berkembang menjadi gerakan kolektif berbasis komunitas.

 

banner 325x300

Kegiatan yang dipusatkan di Sagulung ini menghadirkan ratusan pengurus RT, RW, dan LPM dari berbagai kecamatan. Kehadiran Amsakar Achmad bersama jajaran BPJS Ketenagakerjaan menjadi penegas bahwa perlindungan pekerja merupakan prioritas strategis pembangunan daerah.

 

Dalam momentum tersebut, penyerahan santunan Jaminan Kematian kepada sepuluh ahli waris perangkat lingkungan menjadi potret nyata manfaat program. Total santunan sebesar Rp420 juta bukan sekadar angka, melainkan representasi kepedulian negara terhadap masyarakat yang selama ini menjadi penggerak pelayanan publik di tingkat paling bawah.

 

Amsakar Achmad menegaskan bahwa RT, RW, dan LPM bukan hanya struktur administratif, tetapi simpul sosial yang memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, perlindungan terhadap mereka dan kelompok pekerja rentan lainnya menjadi bagian penting dari agenda pembangunan inklusif di Batam.

 

Di sisi lain, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Sekupang, Budi Pramono, mengungkapkan bahwa capaian Universal Coverage Jamsostek Batam yang masih berada di kisaran 58 persen menjadi tantangan sekaligus peluang. Ia menekankan pentingnya pendekatan langsung ke masyarakat, khususnya pekerja informal yang selama ini belum tersentuh secara optimal.

 

Pemerintah Kota Batam sendiri telah menunjukkan komitmen melalui pemberian bantuan iuran kepada sekitar 24 ribu pekerja rentan. Program ini mencakup berbagai profesi seperti nelayan, petani, pengemudi ojek daring, kader sosial, hingga pekerja keagamaan, yang selama ini berada dalam kondisi kerja tanpa perlindungan memadai.

 

Namun, di balik capaian tersebut, terdapat kerja senyap yang dilakukan oleh para petugas Perisai BPJS Ketenagakerjaan di lapangan. Mereka menjadi ujung tombak dalam mengedukasi, mendata, sekaligus membantu proses pendaftaran masyarakat.

 

Dalam sebuah wawancara khusus bersama Nov Iwandra di kawasan Namura Kopi, tepatnya di Pintu 3 Tanjung Piayu, terungkap gambaran nyata perjuangan di balik perluasan perlindungan ini.

Nov Iwandra menjelaskan bahwa tantangan terbesar di lapangan bukan sekadar administrasi, tetapi membangun kesadaran masyarakat. Banyak pekerja mandiri yang masih menganggap jaminan sosial sebagai sesuatu yang tidak mendesak, padahal risiko kerja bisa datang kapan saja tanpa diduga.

 

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan Perisai bukan hanya formal, tetapi juga persuasif dan humanis. Mereka turun langsung ke warung kopi, pelabuhan kecil, hingga lingkungan perumahan untuk berdialog dengan masyarakat.

 

“Sering kali kami memulai dari obrolan santai. Dari situ kami jelaskan bahwa iuran yang relatif kecil bisa memberikan perlindungan besar. Ketika masyarakat mulai memahami, mereka justru merasa butuh,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan RT dan RW sangat membantu dalam membuka akses komunikasi dengan warga. Dukungan dari perangkat lingkungan membuat proses sosialisasi menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

 

Lebih jauh, Nov menegaskan bahwa program ini bukan hanya tentang angka kepesertaan, tetapi tentang membangun rasa aman kolektif. Ketika satu keluarga terbantu melalui santunan, maka dampaknya akan dirasakan oleh lingkungan sekitar.

“Yang kami kejar bukan sekadar target, tetapi perubahan pola pikir. Ketika masyarakat sadar pentingnya perlindungan, maka program ini akan berjalan dengan sendirinya,” ujarnya.

 

Wawancara tersebut memperlihatkan bahwa di balik kebijakan dan program besar, terdapat kerja nyata yang dilakukan secara konsisten di lapangan. Perisai BPJS Ketenagakerjaan hadir sebagai jembatan antara kebijakan negara dan kebutuhan masyarakat.

 

Gerakan RT/RW Sadar Jaminan Sosial pada akhirnya bukan hanya program pemerintah, melainkan gerakan sosial yang tumbuh dari kesadaran bersama.

Dengan sinergi antara pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, perangkat lingkungan, dan masyarakat, Batam perlahan membangun fondasi perlindungan sosial yang lebih kokoh dan merata.

 

Di tengah dinamika kehidupan modern yang penuh ketidakpastian, langkah ini menjadi harapan bahwa setiap pekerja, sekecil apa pun perannya, memiliki hak yang sama untuk merasa aman dan terlindungi.

(Nursalim Turatea).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *