banner 728x250
Bintan  

BWI Kepri–STAIN SAR Bintan Resmikan Aliansi Strategis: Wakaf Produktif Didorong Jadi Pilar Dana Abadi Kampus dan Ekonomi Umat

banner 120x600
banner 468x60

sidikfokusnews.com. BINTAN – Momentum penguatan ekonomi syariah berbasis wakaf kian mengemuka di Kepulauan Riau. Disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI sekaligus Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Provinsi Kepri resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN SAR) Kepri, Sabtu (25/4/2026) pagi, di Kampus STAIN SAR, Bintan.

Penandatanganan ini bukan sekadar seremoni kelembagaan, melainkan penegasan arah baru pengelolaan wakaf sebagai instrumen strategis pembangunan pendidikan tinggi dan pemberdayaan ekonomi umat. Agenda tersebut turut berkelindan dengan kunjungan Sekjen Kemenag RI dalam rangka menghadiri Kenduri Budaya serta peresmian Laboratorium Khazanah Melayu STAIN SAR.
Ketua BWI Provinsi Kepri, Drs. H. Huzaifa Dadang AG, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret memperluas peran wakaf dari sekadar instrumen sosial ke arah penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang produktif dan berkelanjutan.

banner 325x300

“Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya kami mengembangkan sayap pengelolaan wakaf di daerah. Wakaf harus ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menopang pendidikan dan kesejahteraan umat,” ujarnya.

Huzaifa Dadang, yang baru dilantik pada 8 Maret 2026 untuk periode 2026–2029, mengungkapkan bahwa BWI Kepri tengah menggagas gerakan “Kepri Berwakaf” sebagai upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi berbasis wakaf.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai katalis dalam mengarusutamakan literasi wakaf dan pengelolaan aset umat secara profesional.

“Melalui sinergi ini, kita ingin mendorong lahirnya tata kelola wakaf produktif, penguatan dana abadi kampus, serta peningkatan literasi wakaf di lingkungan akademik,” tambahnya.

Kerja sama BWI Kepri dan STAIN SAR dirancang komprehensif dengan mengintegrasikan wakaf ke dalam tridarma perguruan tinggi.

Pada aspek pendidikan dan pengajaran, kedua institusi berkomitmen mengembangkan kurikulum berbasis literasi wakaf, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami aspek normatif, tetapi juga praktik pengelolaan wakaf modern.

Di bidang penelitian, kolaborasi difokuskan pada kajian ilmiah terkait potensi, tata kelola, serta inovasi pengembangan wakaf di wilayah Kepulauan Riau sebuah wilayah dengan karakter kepulauan yang menyimpan tantangan sekaligus peluang tersendiri dalam pengelolaan aset keumatan.

Sementara pada pengabdian kepada masyarakat, program diarahkan pada sosialisasi dan edukasi wakaf secara masif guna meningkatkan pemahaman publik terhadap peran strategis wakaf dalam pembangunan ekonomi berbasis syariah.

Tak hanya itu, kedua pihak juga sepakat memperkuat sinergi dalam pengelolaan aset wakaf dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, guna memastikan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag, menilai kerja sama ini menjadi bagian penting dalam transformasi kelembagaan menuju Institut Agama Islam Negeri (IAIN), sekaligus memperkuat relevansi kampus di tengah dinamika kebutuhan masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada fungsi akademik semata. Ia harus hadir memberikan dampak nyata. Wakaf menjadi salah satu instrumen penting untuk mengoptimalkan aset umat dan mendukung pembangunan ekonomi syariah,” tegasnya.

Ia menambahkan, integrasi wakaf dalam sistem akademik akan memperkaya perspektif mahasiswa serta mendorong lahirnya inovasi berbasis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal Melayu.

Wakaf sebagai Instrumen Strategis Masa Depan
Kolaborasi ini menandai pergeseran paradigma pengelolaan wakaf di daerah dari pendekatan konvensional menuju model produktif yang terintegrasi dengan sektor pendidikan dan ekonomi.

Dengan potensi wakaf yang besar namun belum sepenuhnya tergarap optimal, sinergi antara BWI dan perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi lokomotif baru dalam membangun kemandirian ekonomi umat, khususnya di wilayah Kepulauan Riau.

Lebih jauh, langkah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa penguatan ekonomi syariah tidak lagi bersifat normatif, melainkan telah memasuki fase implementatif berbasis kolaborasi lintas sektor.

Dengan demikian, BWI Kepri dan STAIN SAR tidak hanya membangun kemitraan institusional, tetapi juga merintis fondasi ekosistem wakaf produktif yang berkelanjutan sebuah investasi sosial jangka panjang bagi kemajuan umat dan bangsa.

arf-6

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *