banner 728x250
Berita  

PERINGATI HARDIKNAS 2026, BAYU KUSWARA TEKANKAN PERAN JURNALIS DAN POLITIK DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN KRITIS

banner 120x600
banner 468x60

SIDIKFOKUSNEWS.COM, Bandung,2 Mei 2026  — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2025 menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali meneguhkan arah dan tujuan pendidikan nasional. Dalam semangat tersebut, Bayu Kuswara, S.Pd menyampaikan pesan mendalam terkait pentingnya peran jurnalis dan politik dalam membentuk masa depan pendidikan Indonesia.

Melalui rilis visual ucapan Hardiknas yang menampilkan nilai-nilai filosofi pendidikan, Bayu Kuswara menekankan bahwa pendidikan tidak sekadar soal capaian akademik, melainkan proses membentuk manusia yang mampu berpikir merdeka, berempati, dan berani mengkritisi ketidakadilan.

banner 325x300

“Pendidikan bukan hanya soal nilai dan ijazah, tetapi tentang membentuk cara berpikir yang merdeka dan keberanian untuk mempertanyakan,” ujar Bayu dalam keterangannya.

Ia menyoroti bahwa dalam dinamika kebangsaan, dunia pendidikan tidak dapat dipisahkan dari pengaruh jurnalis dan politik. Jurnalis memiliki peran strategis sebagai penyampai kebenaran dan pengawal kebijakan publik, termasuk dalam sektor pendidikan. Melalui karya jurnalistik yang independen dan kritis, berbagai persoalan seperti kesenjangan akses, kualitas pendidikan, hingga kebijakan yang tidak tepat sasaran dapat diungkap ke ruang publik.

Di sisi lain, politik memegang kendali dalam menentukan arah kebijakan pendidikan, mulai dari kurikulum, alokasi anggaran, hingga sistem pendidikan secara keseluruhan. Namun, Bayu mengingatkan bahwa kebijakan pendidikan harus berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa, bukan sekadar kepentingan kekuasaan.

“Ketika jurnalis menjalankan perannya dengan integritas dan politik berpihak pada kepentingan rakyat, maka pendidikan akan menjadi ruang yang sehat untuk melahirkan generasi kritis dan berkarakter,” tambahnya.

Dalam pesan tersebut juga disampaikan bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang pencarian kebenaran, bukan sekadar tempat yang menuntut kepatuhan tanpa nalar. Pendidikan yang baik, menurutnya, bukan yang membuat peserta didik sekadar menghafal, tetapi yang mendorong keberanian untuk berpikir dan mempertanyakan.

Peringatan Hardiknas tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi antara semua pihak, termasuk jurnalis dan pemangku kebijakan, dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil, terbuka, dan berorientasi pada masa depan.

Dengan semangat tersebut, Bayu Kuswara optimistis bahwa pendidikan Indonesia dapat terus berkembang menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berani, kritis, dan siap menghadapi tantangan zaman.

red.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *