SIDIKFOKUSNEWS|Bandung 14 Januari – Bayu Kuswara menegaskan bahwa disentralisasi politik merupakan fondasi utama untuk membangun kemandirian bangsa. Dalam pandangannya, Indonesia tidak akan pernah benar-benar berdiri tegak apabila seluruh keputusan strategis masih terpusat di segelintir elit di pusat kekuasaan.
“Disentralisasi politik bukan sekadar pembagian kewenangan administratif. Ini adalah upaya mengembalikan kedaulatan kepada rakyat di daerah. Ketika daerah diberi ruang untuk menentukan arah pembangunan sesuai potensi dan karakter wilayahnya, maka bangsa ini akan tumbuh dari bawah dengan kekuatan yang nyata,” ujar Bayu Kuswara.
Menurutnya, selama ini banyak daerah hanya menjadi objek kebijakan, bukan subjek pembangunan. Padahal setiap wilayah memiliki kekayaan sumber daya alam, budaya, dan sumber daya manusia yang berbeda-beda. Dengan disentralisasi yang sehat, daerah dapat mengelola potensi tersebut secara mandiri, produktif, dan berkeadilan.
“Bangsa yang mandiri adalah bangsa yang mampu berdiri di atas kekuatan rakyatnya sendiri. Disentralisasi politik membuka jalan agar rakyat tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama perubahan. Dari desa, dari kecamatan, dari kota dan kabupaten, lahir kepemimpinan yang memahami realitas rakyat,” lanjutnya.
Bayu Kuswara juga menekankan bahwa disentralisasi politik akan memutus rantai ketergantungan dan praktik politik transaksional yang selama ini mengakar. Ketika keputusan tidak lagi bertumpu pada pusat, maka ruang bagi oligarki dan kepentingan sempit akan semakin menyempit.
“Dengan disentralisasi, kekuasaan tidak menumpuk, tetapi menyebar. Ketika kekuasaan menyebar, maka pengawasan publik semakin kuat. Inilah jalan menuju pemerintahan yang bersih, berpihak, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa masa depan Indonesia ada pada keberanian membangun dari akar rumput.
“Indonesia yang mandiri adalah Indonesia yang percaya pada kekuatan daerahnya. Dari daerah kita bangkit, dari rakyat kita berdaulat. Inilah semangat kemandirian bangsa—mandiri di negeri sendiri, dan berdaulat atas masa depan kita.”
red.

















