Dr. H. Abdul Basir Amin, S. Ag., M. Pd
Ketua PW MA Provinsi Kepulauan Riau
Momentum Muktamar XXI
Mathla’ul Anwar menjadi tonggak penting dalam perjalanan Mathla’ul Anwar sebagai organisasi Islam yang telah lama berkontribusi bagi bangsa. Terpilihnya Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA sebagai Ketua Umum PBMA periode 2026–2031 serta KH. Embay Mulya Syarief sebagai Ketua Majelis Amanah mencerminkan hadirnya harapan baru sekaligus tanggung jawab besar untuk membawa organisasi ini semakin maju dan relevan di tengah perubahan zaman.
Ucapan selamat dan sukses yang mengiringi peristiwa ini bukan sekadar ungkapan seremonial, melainkan cerminan doa dan harapan seluruh keluarga besar Mathla’ul Anwar. Kepemimpinan yang lahir dari proses musyawarah ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan nilai-nilai luhur organisasi sekaligus menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan umat masa kini. Dalam konteks ini, kepemimpinan bukan hanya soal posisi, tetapi amanah yang menuntut integritas, kebijaksanaan, dan visi yang kuat.
Pelaksanaan muktamar di Serang pada April 2026 menegaskan pentingnya tradisi musyawarah dalam tubuh organisasi. Dari forum inilah arah perjuangan dirumuskan, menyatukan berbagai pandangan menjadi kekuatan kolektif yang konstruktif. Mathla’ul Anwar kembali menunjukkan jati dirinya sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan persatuan dalam setiap langkahnya.
Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, Mathla’ul Anwar dituntut untuk terus beradaptasi. Pendidikan harus berkembang menjadi lebih inovatif dan berorientasi masa depan, dakwah perlu menjangkau ruang digital dengan pendekatan yang bijak, dan gerakan sosial harus diarahkan pada pemberdayaan yang berkelanjutan. Tanpa kemampuan beradaptasi, organisasi akan tertinggal dan kehilangan relevansinya.
Dalam konteks daerah, peran Kepulauan Riau sebagai wilayah strategis di kawasan perbatasan menuntut perhatian khusus. Di sinilah peran kepemimpinan wilayah menjadi sangat penting. Kehadiran Dr. H. Abdul Basir Amin, S.Ag., M.Pd sebagai Ketua PW MA Provinsi Kepulauan Riau menjadi bagian penting dalam menerjemahkan arah kebijakan pusat ke dalam gerakan nyata di daerah. Kepemimpinan beliau diharapkan mampu memperkuat peran Mathla’ul Anwar di Kepri sebagai organisasi yang tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.
Sinergi antara kepemimpinan pusat dan wilayah menjadi kunci dalam memperkuat organisasi. Dengan koordinasi yang baik, program-program yang dirancang dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh kebutuhan umat secara luas. Kepulauan Riau sebagai wilayah yang berada di jalur strategis internasional membutuhkan pendekatan dakwah dan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai keislaman serta budaya Melayu.
Doa yang dipanjatkan untuk para pemimpin yang terpilih mencerminkan kesadaran bahwa amanah yang diemban bukanlah hal ringan. Kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas menjadi harapan bersama, agar kepemimpinan ini mampu membawa Mathla’ul Anwar menuju masa depan yang lebih gemilang.
Pada akhirnya, muktamar ini bukan sekadar peristiwa organisasi, tetapi awal dari babak baru perjalanan Mathla’ul Anwar. Dengan kepemimpinan yang solid, visi yang jelas, serta dukungan dari seluruh elemen organisasi, Mathla’ul Anwar diyakini akan terus menjadi kekuatan moral dan intelektual dalam membangun masyarakat yang religius, berdaya, dan berkeadaban.
Tim

















