sidikfokusnews.com. Tanjung Enim — Insiden lalu lintas melibatkan truk trailer pengangkut alat berat terjadi di ruas jalan depan RS Tri Jaya pada Senin malam sekitar pukul 21.30 WIB. Kendaraan tersebut dilaporkan tergelincir saat melintas di tikungan, menyebabkan roda belakang terperosok dan memicu kemacetan serta gangguan arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Truk trailer diketahui membawa alat berat jenis Hitachi menuju Palembang. Berdasarkan keterangan kernet, Gilang, muatan yang berat serta dimensi alat yang cukup lebar diduga menjadi faktor utama kendaraan kehilangan keseimbangan saat melewati tikungan. Ia menyebut pihak perusahaan telah dihubungi, namun hingga malam kejadian belum ada respons konkret.
Kendaraan tersebut disebut terkait pengangkutan milik PT BSS dengan koordinasi operasional bersama PT SAM. Namun, menurut sopir trailer, Sugeng, pihak perusahaan memilih menunggu penanganan lanjutan pada hari kerja berikutnya karena keterbatasan koordinasi malam hari. Hal ini menimbulkan persepsi di masyarakat bahwa tanggung jawab evakuasi belum ditangani secara cepat.
Petugas kepolisian lalu lintas dari wilayah Lawang Kidul segera melakukan pengamanan lokasi serta pengaturan arus kendaraan untuk mencegah kemacetan lebih parah. Aparat juga mengimbau agar proses evakuasi segera dilakukan mengingat posisi kendaraan cukup mengganggu jalur lintas utama.
Selain hambatan lalu lintas, insiden ini dilaporkan menyebabkan kerusakan sekitar 30 meter drainase jalan yang sebelumnya dibangun pemerintah. Pihak Dinas PUPR Provinsi Sumatera Selatan menegaskan perlunya tanggung jawab dari pihak terkait, khususnya perusahaan pengangkut, untuk memperbaiki infrastruktur yang terdampak.
Masyarakat sekitar berharap perusahaan pemilik muatan maupun operator transportasi segera mengambil langkah konkret, baik dalam evakuasi alat berat, pemulihan fasilitas umum, maupun pencegahan insiden serupa di masa mendatang. Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan transportasi alat berat di jalur publik agar aktivitas industri tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.
Nas

















