banner 728x250
Batam  

SMK Negeri 3 Batam Perkuat Budaya K3 dalam Pembelajaran Teknik Sepeda Motor

banner 120x600
banner 468x60

sidikfokusnews.com. Batam — SMK Negeri 3 Batam terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai fondasi utama pembelajaran vokasi, khususnya pada Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Komitmen tersebut tercermin jelas dari berbagai rambu keselamatan, tata tertib laboratorium, serta fasilitas praktik yang terpasang rapi dan terstandar di lingkungan bengkel sekolah.

Pada bagian depan ruang praktik dan laboratorium, terpampang jelas identitas bengkel pembelajaran bertuliskan “Ruang Praktik dan Laboratorium Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor SMK Negeri 3 Batam”. Tulisan tersebut tidak sekadar menegaskan fungsi ruang, tetapi juga mengandung pesan ideologis pendidikan karakter. Melalui slogan “Melalui Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Mendorong Terbentuknya Bangsa yang Berkarakter”, sekolah ini menempatkan keselamatan sebagai nilai dasar yang harus ditanamkan sejak dini kepada peserta didik.

banner 325x300

Kerja sama dengan dunia industri, khususnya PT Astra Honda Motor (AHM) dan jaringan Honda, semakin memperkuat kualitas pembelajaran berbasis industri. Bengkel praktik dirancang menyerupai bengkel profesional, lengkap dengan unit sepeda motor, lift kerja, serta sistem penataan alat yang mengikuti standar industri. Hal ini menunjukkan bahwa SMK Negeri 3 Batam tidak hanya menekankan penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga membangun etos kerja, disiplin, dan tanggung jawab profesional.

Keseriusan sekolah dalam menanamkan disiplin tercermin pula dari tata tertib pemakaian laboratorium yang dipasang secara resmi dan terbuka. Tata tertib tersebut menegaskan kewajiban siswa untuk mengikuti jadwal praktik, menggunakan pakaian praktik dan alat pelindung diri, menjaga ketertiban sebelum dan sesudah kegiatan, serta bertanggung jawab atas alat dan bahan yang digunakan. Aspek kebersihan, keamanan, dan pelaporan kerusakan alat ditegaskan sebagai bagian integral dari pembentukan karakter kerja kolektif.

Larangan-larangan yang tercantum, seperti memasuki laboratorium di luar jam praktik tanpa izin, membawa makanan ke area kerja, hingga menempatkan peralatan secara sembarangan, menjadi sarana edukasi disiplin yang konkret. Sanksi yang diterapkan bersifat mendidik, bertujuan menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab siswa terhadap keselamatan diri dan lingkungan kerja, bukan semata-mata memberikan hukuman.

Nuansa keselamatan semakin terasa dengan adanya papan imbauan bertuliskan “Keselamatan & Kesehatan Kerja” serta pesan reflektif “Terima Kasih Anda Tidak Terlambat”. Pesan singkat tersebut mengandung makna mendalam bahwa ketepatan waktu dan kepatuhan terhadap prosedur merupakan bagian penting dari budaya keselamatan. Dalam dunia industri, kelalaian kecil dan keterlambatan sering kali menjadi pemicu kecelakaan kerja, sehingga pesan tersebut sangat kontekstual dengan dunia kerja sesungguhnya.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor SMK Negeri 3 Batam, Budi Hendrika, M.Pd.T, saat ditemui di ruang kerjanya dalam sesi wawancara bersama Dr. Nursalim, S.Pd., M.Pd, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin, 15 Desember 2025. Menurut Budi Hendrika, penerapan budaya K3 di lingkungan bengkel sekolah bukan hanya kewajiban administratif, melainkan kebutuhan mendasar dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja.

Ia menegaskan bahwa siswa harus dibiasakan bekerja sesuai standar keselamatan sejak di bangku sekolah agar ketika terjun ke dunia industri tidak mengalami culture shock. “Kami ingin siswa memahami bahwa K3 bukan sekadar aturan, tetapi budaya kerja yang menyatu dengan profesionalisme,” ujarnya.

Pada hari yang sama, bengkel praktik Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor SMK Negeri 3 Batam juga melaksanakan kegiatan servis gratis sebagai bagian dari pembelajaran praktik dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini, insya Allah, menjadi sarana nyata bagi siswa untuk mengaplikasikan kompetensi teknis mereka sekaligus menerapkan budaya K3 secara langsung dalam pelayanan kepada masyarakat.

Kehadiran rambu K3, penggunaan helm dan rompi praktik, serta penataan ruang yang tertib menunjukkan kesungguhan SMK Negeri 3 Batam dalam menanamkan budaya kerja industri sejak dini. Peserta didik tidak hanya diajarkan cara memperbaiki sepeda motor, tetapi juga dibimbing untuk bekerja dengan aman, disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi pada mutu layanan.

Melalui penguatan budaya K3 yang konsisten dan kolaborasi dengan dunia industri, SMK Negeri 3 Batam membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan vokasi yang visioner. Sekolah ini tidak hanya mencetak lulusan yang terampil secara teknis, tetapi juga siap secara mental dan berkarakter kerja, selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sekaligus berkontribusi nyata dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di masa depan.

( NT )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *