sidikfokusnews.com– Kehadiran proyek yang didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan nilai anggaran hampir mencapai Rp90 miliar dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat Natuna, khususnya para pekerja sektor informal dan tenaga kerja lokal.
Sejumlah warga mengaku merasakan langsung manfaat dari aktivitas proyek tersebut. Mulai dari pekerja bangunan, sopir truk pengangkut material, hingga para pemecah batu dan penyekop pasir lokal turut mendapatkan peluang kerja di tengah kondisi ekonomi daerah yang sedang melemah.
Salah satu pekerja pemecah batu berinisial M saat diwawancarai media pada Jumat (28/2/2026) di lokasi kerja mengatakan bahwa proyek ini sangat membantu perekonomian mereka.
Alhamdulillah sangat membantu, apalagi saat ekonomi lagi melemah. Harga batu lokal sekarang sudah di angka Rp1 juta dan dibayar di tempat. Intinya kami sangat terbantu,” ujarnya.
Menurutnya, sistem pembayaran langsung di lokasi memberikan kepastian bagi para pekerja dan pelaku usaha kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari pekerjaan harian.
Sementara itu, Arip selaku Project Manager proyek JICA saat dikonfirmasi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen melibatkan tenaga kerja lokal. Saat ini, kata dia, sudah sekitar 20 orang tenaga kerja lokal yang dipekerjakan.
Untuk sementara ini kurang lebih 20 tenaga kerja lokal sudah kami libatkan. InsyaAllah nantinya akan bertambah jika pekerjaan inti sudah dimulai,” jelasnya.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh salah satu sopir lori pengangkut material proyek. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya aktivitas pengangkutan yang rutin, sehingga penghasilannya kembali stabil.
Di sisi lain, seorang pengamat kebijakan ekonomi lokal menilai proyek berskala besar seperti ini memang memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap ekonomi daerah. Di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit, perputaran uang dari sektor konstruksi mampu menggerakkan ekonomi masyarakat bawah.
Dengan adanya proyek ini, masyarakat berharap pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lancar serta terus memprioritaskan tenaga kerja dan material lokal, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh warga Natuna.red

















