sidikfokusnews.com. Batam — Di tengah pesatnya ekspansi industri dan derasnya arus investasi di Kepulauan Riau, kepastian perlindungan terhadap pekerja kembali menjadi isu krusial. Menyadari pentingnya aspek tersebut, Polda Kepri menerima audiensi Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (Korwil KSBSI) Kepri dalam sebuah pertemuan strategis di ruang kerja Kapolda Kepri, Kamis (4/12/2025). Pertemuan ini tidak sekadar seremoni silaturahmi, tetapi forum untuk membedah problem keamanan kerja dan memperkuat mekanisme perlindungan buruh di wilayah industri terbesar kedua di Sumatra itu.
Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., memimpin langsung pertemuan tersebut, didampingi pejabat utama Polda Kepri. Dari pihak KSBSI hadir Ketua Korwil Muhammad Natsir atau Bung Anas bersama jajaran pengurus.
Dorongan KSBSI: Satgas K3 dan Edukasi Keselamatan yang Lebih Masif
Dalam penyampaiannya, Ketua Korwil KSBSI Muhammad Natsir menyoroti pentingnya upaya terstruktur dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Ia menilai masih terdapat sejumlah perusahaan yang belum memadai dalam menerapkan standar keselamatan, sehingga potensi kecelakaan kerja terus membayangi para buruh.
“Kami berharap dukungan Polda Kepri dalam upaya perlindungan pekerja, termasuk pembentukan Satgas K3 untuk meminimalisir kecelakaan kerja di masa mendatang,” ujar Natsir. Baginya, pencegahan kecelakaan bukan hanya soal peralatan, namun juga edukasi konsisten agar pekerja memahami risiko dan standar keselamatan.
Respons Kapolda: Keselamatan Pekerja Sebagai Pilar Investasi
Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menegaskan bahwa kepolisian mendukung penuh setiap upaya untuk memperkuat iklim ketenagakerjaan yang aman. Menurutnya, gelombang investasi yang masuk ke Batam dan Kepri harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap para pekerja yang menjadi tulang punggung produktivitas industri.
“K3 merupakan aspek penting dalam dunia industri. Perusahaan harus serius menerapkannya untuk mencegah terulangnya kecelakaan kerja. Investasi yang tumbuh pesat di Kepri harus tetap sejalan dengan keselamatan pekerja,” tegas Kapolda.
Ia menekankan bahwa hubungan harmonis antara pemerintah, buruh, dan pengusaha adalah prasyarat untuk menjaga stabilitas sosial dan memastikan keberlanjutan ekonomi.
Polda: Perusahaan Wajib Taat, Unsur Pidana Akan Ditindak
Dirbinmas Polda Kepri Kombes Pol. Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si., turut mempertegas komitmen polisi dalam aspek penegakan hukum. Ia menekankan bahwa perusahaan memiliki kewajiban menyediakan lingkungan kerja yang aman, termasuk pelatihan K3 yang memadai.
Setiap dugaan pelanggaran atau unsur pidana dalam kasus kecelakaan kerja, kata Wawan, akan ditindaklanjuti tanpa kompromi sesuai peraturan hukum yang berlaku. Sikap ini menegaskan peran aparat kepolisian sebagai pengawas sekaligus penjaga keselamatan publik di ranah industri.
Membangun Ruang Dialog Berkelanjutan
Pertemuan ini menjadi sinyal penting bahwa Polda Kepri membuka ruang dialog yang lebih intens dengan organisasi buruh. Dalam lanskap industri yang terus berkembang, komunikasi semacam ini diharapkan mampu mencegah konflik, meningkatkan kepatuhan perusahaan, dan menciptakan stabilitas ketenagakerjaan yang lebih kokoh.
Polda Kepri memastikan akan menjaga jalur koordinasi dengan seluruh elemen pekerja sebagai bagian dari tugas Polri dalam memelihara keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat.
Polri untuk Masyarakat
Bidang Humas Polda Kepri
Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si.
Kabidhumas Polda Kepri
[ arf-6 ]















