banner 728x250
Daerah  

Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya K3, Menaker Kunjungi Kantor Pusat PT Bukit Asam

banner 120x600
banner 468x60

sidikfokusnews.com. Tanjung Enim– Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam pengelolaan sumber daya manusia serta penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya di sektor pertambangan yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Dalam sambutannya, Menaker menegaskan bahwa penguatan K3 merupakan agenda strategis nasional yang terus didorong pemerintah. Sepanjang 2025, Kementerian Ketenagakerjaan telah melakukan berbagai langkah pembenahan, mulai dari penyempurnaan regulasi dan standar K3 agar lebih adaptif terhadap dinamika dunia kerja, pelaksanaan pelatihan serta sertifikasi SDM K3 secara berkelanjutan, hingga perluasan sosialisasi budaya K3 bagi kalangan pekerja dan manajemen perusahaan.

banner 325x300

Pemerintah juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, asosiasi profesi, perguruan tinggi, serta pemerintah daerah guna menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih aman dan produktif.

Transformasi digital layanan K3 turut menjadi perhatian, antara lain melalui penyederhanaan proses sertifikasi, pengembangan aplikasi Teman K3, peluncuran kanal pengaduan Lapor Menaker, serta penguatan basis data kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja agar penanganannya lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Menaker menegaskan bahwa integritas layanan K3 menjadi prioritas utama. Pemerintah tidak akan mentoleransi pelanggaran, termasuk dengan penerapan pakta integritas, penangguhan izin Perusahaan Jasa K3 (PJK3) yang tidak patuh, serta penindakan tegas terhadap setiap bentuk penyelewengan. Ia menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi budaya yang melekat dalam sistem kerja, bukan sekadar kewajiban administratif.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arsal Ismail, menyampaikan bahwa K3 merupakan nilai fundamental dalam seluruh aktivitas operasional perusahaan. Komitmen tersebut dijalankan sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta orientasi keberlanjutan usaha.
Menurut Arsal, keselamatan kerja menjadi fondasi utama operasional perusahaan.

PTBA memastikan seluruh aktivitas bisnis berjalan dengan standar K3 yang ketat guna melindungi pekerja, mitra kerja, serta lingkungan sekitar. Upaya tersebut diperkuat melalui sistem pengawasan, pembinaan berkelanjutan, serta keterlibatan aktif manajemen di semua lini.

Sementara itu, Direktur SDM PTBA, Ihsanudin Usman, menilai kunjungan Menaker sebagai kehormatan sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan SDM dan implementasi K3 secara berkelanjutan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini PTBA memiliki 1.681 pegawai organik yang direkrut secara transparan dari berbagai daerah di Indonesia dengan tetap memperhatikan keterwakilan tenaga kerja lokal. Lebih dari 20 persen pegawai merupakan perempuan, dan hampir 30 persen di antaranya telah menempati posisi struktural, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap kesetaraan kesempatan dan pengembangan karier.

Komposisi tenaga kerja PTBA juga didominasi generasi muda dari kalangan milenial dan Gen Z yang dinilai menjadi modal penting dalam mendorong transformasi perusahaan serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan budaya kerja modern. Selain pegawai organik, operasional perusahaan turut didukung lebih dari 16 ribu tenaga kerja kontraktor dan alih daya, sehingga penerapan standar K3 dilakukan secara menyeluruh pada seluruh ekosistem kerja perusahaan.

Dalam implementasinya, PTBA telah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 serta standar internasional ISO 45001:2018 di seluruh unit usaha. Program K3 dijalankan melalui dua pilar utama, yakni keselamatan kerja serta kesehatan dan lingkungan kerja. Program tersebut mencakup identifikasi bahaya, penilaian risiko, inspeksi rutin, pembinaan K3, kesiapsiagaan darurat, hingga pemantauan kesehatan pekerja dan kondisi lingkungan kerja.

Capaian kinerja K3 perusahaan tercermin dari indikator Frequency Rate dan Severity Rate yang berada di bawah tolok ukur nasional. Pihak perusahaan menilai capaian tersebut bukan sekadar statistik, melainkan hasil konsistensi kolektif seluruh insan perusahaan dalam menempatkan keselamatan sebagai nilai utama.

Melalui kunjungan ini, PT Bukit Asam berharap sinergi antara pemerintah dan dunia usaha semakin kuat dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang aman, sehat, produktif, dan berdaya saing global, khususnya di wilayah Sumatera Selatan yang menjadi salah satu pusat industri pertambangan nasional.

Hms/naswani

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *