banner 728x250
Batam  

Penguatan Doa Keluarga Sakinah sebagai Fondasi Peradaban Umat

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: KH. Luqman Rifai, S.Ag., M.Pd.
Ketua MUI Kota Batam

Keluarga merupakan unit terkecil dalam struktur masyarakat, namun memiliki peran paling menentukan dalam membangun arah dan kualitas peradaban. Dari keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah akan lahir generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan negara. Sebaliknya, rapuhnya institusi keluarga sering kali menjadi awal dari berbagai persoalan sosial yang kompleks, mulai dari krisis moral hingga disintegrasi nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam konteks inilah, penguatan keluarga sakinah tidak dapat dipandang sebagai urusan domestik semata, melainkan sebagai agenda strategis umat dan bangsa. Upaya pembinaan keluarga harus dilakukan secara terencana, berkesinambungan, dan melibatkan sinergi berbagai pihak. Nilai-nilai spiritual, etika, dan kemanusiaan perlu dihadirkan secara nyata dalam setiap ikhtiar pembinaan, agar keluarga tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.

banner 325x300

Sinergi lintas lembaga menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan sosial yang terus berkembang. Lembaga keagamaan, pemerintah, pendidik, dan organisasi kemasyarakatan harus berjalan seiring, menyatukan niat dan langkah demi tujuan bersama. Kolaborasi ini bukan sekadar kerja administratif, tetapi ikhtiar kolektif yang dilandasi keikhlasan dan kesadaran akan tanggung jawab moral dalam membimbing umat. Ketika berbagai elemen bersatu dalam niat yang lurus, maka setiap pertemuan, musyawarah, dan program kerja akan bernilai ibadah dan menjadi amal shalih yang membawa keberkahan.
Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan memiliki peran strategis dalam upaya tersebut. Lembaga ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat konsultasi dan pendampingan, tetapi juga sebagai penyejuk dan penuntun bagi keluarga yang sedang menghadapi ujian kehidupan. Dalam realitas masyarakat modern, persoalan rumah tangga semakin beragam dan kompleks. Oleh karena itu, BP4 dituntut untuk terus menguatkan kapasitas, memperluas jejaring kerja sama, serta menghadirkan pendekatan pembinaan yang adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama.

Penguatan keluarga sakinah sejatinya adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Rumah tangga yang dipenuhi ketenangan dan kasih sayang akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Di sanalah iman ditanamkan, akhlak dibiasakan, dan rasa tanggung jawab sosial dibentuk sejak dini. Keluarga yang sehat akan menjadi benteng pertama dari berbagai pengaruh negatif yang menggerus nilai-nilai luhur kehidupan.

Dalam ikhtiar besar ini, peran para pemimpin, ulama, dan pendidik sangatlah menentukan. Kebijakan yang diambil harus berpihak pada kemaslahatan umat, menjaga nilai-nilai agama, serta menghadirkan keadilan dan kedamaian di tengah masyarakat. Kepemimpinan yang visioner dan berakhlak akan menjadi teladan, sekaligus sumber inspirasi bagi lahirnya gerakan pembinaan keluarga yang berkelanjutan dan berdampak nyata.
Pada akhirnya, seluruh ikhtiar manusia tetap membutuhkan pertolongan dan ridha Allah Swt. Kesungguhan, kerja sama, dan program yang dirancang dengan baik harus disertai doa dan ketundukan kepada-Nya. Dengan demikian, setiap langkah yang ditempuh tidak hanya menghasilkan capaian administratif, tetapi juga menghadirkan keberkahan, membuka pintu-pintu kebaikan, serta mengantarkan masyarakat menuju kehidupan yang harmonis, sejahtera, dan diridhai Allah Swt.
Penguatan keluarga sakinah adalah jalan panjang yang menuntut kesabaran, keikhlasan, dan komitmen bersama. Namun dengan sinergi yang kuat dan niat yang lurus, ikhtiar ini akan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan umat menuju peradaban yang bermartabat.

( tim )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *