banner 728x250
Batam  

Pembelajaran Daring Bahasa Indonesia Tekankan Pembentukan dan Penegasan Kalimat bagi Mahasiswa Keperawatan

banner 120x600
banner 468x60

sidikfokusnews.com. BATAM — Pembelajaran Bahasa Indonesia melalui sistem daring kembali digelar dengan menitikberatkan pada penguatan kompetensi kebahasaan mahasiswa, khususnya dalam aspek pembentukan dan penegasan kalimat. Kegiatan akademik ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Keperawatan dan berlangsung secara interaktif melalui platform konferensi virtual.

Materi utama dalam pertemuan tersebut membahas pembentukan kalimat sebagai fondasi penting dalam keterampilan berbahasa Indonesia. Pembentukan kalimat dipahami sebagai proses menyusun kata-kata sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia agar menghasilkan kalimat yang benar, jelas, dan bermakna. Pemahaman ini dinilai sangat krusial bagi mahasiswa keperawatan yang kelak dituntut mampu berkomunikasi secara efektif, baik dalam konteks akademik maupun profesional, khususnya dalam penyampaian informasi medis dan pelayanan kesehatan.

banner 325x300

Dalam pemaparan materi, dijelaskan pula berbagai jenis kalimat yang umum digunakan dalam bahasa Indonesia, seperti kalimat luas kompleks, kalimat elips, kalimat berita, kalimat tanya, kalimat perintah dan larangan, serta kalimat seruan. Setiap jenis kalimat memiliki fungsi komunikatif yang berbeda dan harus digunakan secara tepat sesuai dengan konteks tuturan maupun tulisan, terutama dalam situasi formal dan akademik.

Pembelajaran ini berada di bawah bimbingan dosen pengampu, Dr. Nursalim, S. Pd., M. Pd., yang menegaskan bahwa penguasaan struktur dan penegasan kalimat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbahasa, tetapi juga mencerminkan ketepatan berpikir, kedisiplinan akademik, serta kejelasan dalam menyampaikan gagasan.

Menurutnya, mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, termasuk keperawatan, wajib memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai bagian dari profesionalisme di dunia kerja.

Sesi pembelajaran semakin dinamis dengan kehadiran pemateri kedua, Syaila Sabila, mahasiswa keperawatan, yang mempresentasikan materi bertajuk Penegasan Kalimat. Dalam paparannya, Syaila menjelaskan bahwa penegasan kalimat berfungsi untuk memperkuat makna, menonjolkan ide pokok, serta menghindari ambiguitas dalam penyampaian pesan. Penegasan kalimat dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain penggunaan intonasi, pemilihan diksi tertentu, pemarkah gramatikal, pengulangan, maupun pengaturan struktur kalimat yang tepat.

Antusiasme peserta terlihat jelas pada sesi tanya jawab. Nurul Merenita Putri, mahasiswa Keperawatan, mengajukan pertanyaan mengenai pemarkah gramatikal yang dipaparkan dalam presentasi Syaila Sabila. Ia ingin memahami pengertian serta fungsi pemarkah gramatikal dalam membentuk penegasan makna sebuah kalimat.

Selain itu, Mia Asnova turut memberikan pertanyaan akademik yang memperkaya diskusi. Ia meminta penjelasan tentang perbedaan makna leksikal dan makna komunikatif dalam konteks penggunaan bahasa, khususnya yang berkaitan dengan penegasan kalimat dalam komunikasi profesional.

Diskusi berlanjut dengan pertanyaan dari Aqilla Rizki Putri yang menanyakan ciri-ciri kalimat yang mengandung penegasan. Pertanyaan tersebut memperdalam pemahaman peserta mengenai bentuk-bentuk kebahasaan yang berfungsi menekankan pesan utama dalam tuturan lisan maupun tulisan.

Pada sesi tanya jawab berikutnya, Elvina Royani mengajukan pertanyaan yang ditujukan untuk materi presentasi Hellen Nur Aliza. Ia mempertanyakan, dari segi struktur, kalimat mana yang lebih lengkap antara kalimat luas kompleks dan kalimat elips. Pertanyaan ini membuka ruang diskusi mengenai kelengkapan unsur sintaksis dalam berbagai jenis kalimat.
Sementara itu, Bunga Sepia Aliana Pury mengajukan pertanyaan kepada Hellen terkait alasan penggunaan kalimat elips yang lebih dominan dalam komunikasi lisan. Pertanyaan tersebut menyoroti keterkaitan antara efisiensi bahasa dan konteks situasional dalam percakapan sehari-hari.

Pertanyaan terakhir disampaikan oleh Andi Aulia yang meminta penjelasan mengenai makna kalimat yang terdiri atas dua klausa. Diskusi ini menegaskan kembali pemahaman peserta tentang struktur kalimat majemuk dan hubungan antarklausa dalam membentuk makna yang utuh.

Materi yang disampaikan oleh Syaila Sabila dan Hellen Nur Aliza mendapat perhatian serius dari peserta karena dikaitkan langsung dengan praktik komunikasi di bidang kesehatan, seperti saat memberikan edukasi kepada pasien, menyusun laporan keperawatan, maupun berkomunikasi secara efektif dalam tim medis. Penegasan dan ketepatan struktur kalimat dinilai mampu meminimalkan kesalahpahaman serta meningkatkan kejelasan informasi yang disampaikan.

Kegiatan pembelajaran ini dilaporkan oleh Hellen Nur Aliza sebagai bagian dari dokumentasi akademik. Ia menilai bahwa model pembelajaran daring yang melibatkan mahasiswa sebagai pemateri mampu meningkatkan keaktifan, keberanian berpendapat, serta pemahaman materi secara lebih mendalam. Pendekatan ini juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berperan sebagai penerima materi, tetapi sekaligus menjadi subjek pembelajaran yang aktif dan kritis.

Secara keseluruhan, pembelajaran Bahasa Indonesia melalui daring ini menunjukkan bahwa penguatan aspek kebahasaan tetap relevan dan strategis, termasuk bagi mahasiswa bidang kesehatan. Dengan penguasaan pembentukan dan penegasan kalimat yang baik, mahasiswa keperawatan diharapkan mampu berkomunikasi secara efektif, logis, dan profesional, baik dalam dunia akademik maupun dalam praktik pelayanan kesehatan di masa depan.

(Nursalim Turatea)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *