sidikfokusnews.com. BATAM — Pembelajaran Bahasa Indonesia kembali menegaskan pentingnya penguasaan struktur kalimat dalam membangun komunikasi yang efektif dan bermakna. Kegiatan pembelajaran daring ini menghadirkan dua pemateri, yakni May West Honey dan Andi Aulia, yang menyampaikan materi secara komprehensif dan saling melengkapi.
May West Honey membuka sesi pembelajaran dengan membahas konsep penegasan kalimat. Ia menjelaskan bahwa penegasan merupakan usaha menonjolkan bagian tertentu dalam kalimat agar maknanya menjadi lebih jelas dan memperoleh perhatian pembaca maupun pendengar. Penegasan, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan pemilihan kata, tetapi juga menyangkut pengaturan struktur kalimat secara tepat.
Dalam pemaparannya, May West Honey menekankan teknik pemindahan unsur sebagai salah satu cara efektif untuk memperkuat makna kalimat. Pemindahan unsur dilakukan dengan memindahkan posisi kata atau frasa dari tempat lazimnya ke awal kalimat sehingga menimbulkan penekanan makna. Teknik ini kerap melahirkan kontras makna, yaitu perubahan struktur yang membuat pesan menjadi lebih tegas dan berbeda dari bentuk kalimat biasa.
Sementara itu, Andi Aulia melanjutkan pembelajaran dengan membahas tema penghubung kalimat. Ia menjelaskan bahwa penghubung kalimat berperan penting dalam menciptakan keterpaduan wacana, baik dalam teks lisan maupun tulisan. Penghubung kalimat berfungsi mengaitkan satu gagasan dengan gagasan lainnya sehingga alur pikiran menjadi runtut, logis, dan mudah dipahami.
Andi Aulia menegaskan bahwa penggunaan penghubung kalimat yang tepat dapat memperjelas hubungan makna, seperti hubungan sebab-akibat, pertentangan, penambahan, perbandingan, maupun penegasan. Tanpa penghubung yang sesuai, sebuah teks berpotensi menjadi terputus-putus dan kehilangan kejelasan makna.
Kombinasi materi penegasan kalimat dan penghubung kalimat menjadikan pembelajaran berlangsung utuh dan aplikatif. Mahasiswa tidak hanya memahami bagaimana menonjolkan gagasan utama, tetapi juga mampu menghubungkan gagasan-gagasan tersebut secara sistematis dalam satu kesatuan wacana.
Kegiatan pembelajaran daring ini berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari mahasiswa. Melalui materi yang disampaikan oleh kedua pemateri, diharapkan mahasiswa mampu meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia secara efektif, baik dalam penulisan akademik, presentasi ilmiah, maupun komunikasi sehari-hari.
(Nursalim Turatea).















