banner 728x250
Daerah  

Pelantikan Advokat PERADI: Meneguhkan Etika Profesi, Menjaga Nurani Keadilan

banner 120x600
banner 468x60

sidikfokusnews.com. Jakarta. Puji syukur patut dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan penyertaan-Nya, Ignatius Toka Solly (ITS) resmi dilantik sebagai Advokat Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta. Pelantikan ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah peneguhan tanggung jawab moral dan profesional dalam menegakkan hukum di tengah kompleksitas persoalan keadilan di Indonesia.

Momentum pelantikan advokat selalu memiliki makna simbolik yang dalam. Ia menandai lahirnya sebuah amanah: menjaga martabat profesi officium nobile—profesi terhormat—yang menempatkan keadilan, kebenaran, dan perlindungan hak asasi manusia sebagai fondasi utama. Di ruang sidang maupun di luar pengadilan, advokat bukan hanya pembela klien, melainkan juga penjaga keseimbangan antara kekuasaan dan hak warga negara.

banner 325x300

Motto yang diusung Ignatius Toka Solly, “Bela yang benar, bukan yang baik”, mencerminkan sikap etik yang tegas dan jujur. Dalam praktik hukum, “yang baik” sering kali bersifat subjektif, dipengaruhi relasi kuasa, simpati, atau tekanan sosial. Sementara “yang benar” berpijak pada hukum, fakta, dan nurani keadilan. Moto ini menjadi pernyataan sikap bahwa advokat tidak boleh tergelincir menjadi sekadar alat pembenaran, apalagi pelayan kepentingan yang menyimpang dari hukum.

Pelantikan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta juga menegaskan legitimasi dan kepercayaan negara terhadap profesi advokat sebagai salah satu pilar penegak hukum, sejajar dengan hakim, jaksa, dan kepolisian. Dalam konteks ini, advokat dituntut bukan hanya cakap secara teknis, tetapi juga kokoh secara integritas.

Tantangan dunia hukum hari ini bukan semata kurangnya aturan, melainkan krisis kepercayaan publik akibat praktik-praktik yang menjauh dari rasa keadilan masyarakat.

Kehadiran advokat baru seperti Ignatius Toka Solly diharapkan memberi warna positif bagi penegakan hukum. Di tengah sorotan publik terhadap mafia hukum, kriminalisasi, dan ketimpangan akses keadilan, advokat dituntut hadir membela mereka yang haknya terancam, termasuk kelompok rentan yang kerap tak memiliki daya tawar. Di sinilah makna sejati profesi advokat diuji: keberanian berdiri di pihak kebenaran meski tidak selalu populer atau menguntungkan.

Pelantikan ini pada akhirnya bukan garis akhir, melainkan garis awal pengabdian. Jalan yang ditempuh advokat adalah jalan panjang yang penuh godaan kompromi. Namun dengan landasan iman, etika profesi, dan komitmen pada kebenaran, advokat dapat menjadi suara nurani hukum yang tetap lantang di tengah kebisingan kepentingan.

Semoga Ignatius Toka Solly (ITS) mampu menjaga sumpah advokat, menghidupkan makna moto yang diusungnya, serta berkontribusi nyata bagi tegaknya hukum dan keadilan di Indonesia. Sebab, keadilan tidak lahir dari keberpihakan pada yang tampak baik, melainkan dari keberanian membela apa yang benar.

tim-red

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *