sidikfokusnews.com – Batam – Suasana menjelang pembukaan kegiatan Pelepasan Mubalig Kota Batam dalam rangka menyambut Ramadan 1447 H/2026 M berlangsung penuh kesiapan dan kekhidmatan. Meski acara inti belum dimulai, dinamika persiapan sudah terasa sejak para peserta dan undangan mulai memadati ruangan kegiatan di Wyndham Panbil Batam Hotel & Convention, Kamis malam.
Panitia pelaksana tampak aktif melakukan koordinasi teknis, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan sesuai jadwal. Proses absensi dilakukan secara menyeluruh terhadap perwakilan dari setiap kecamatan se-Kota Batam. Kehadiran mubalig dari Batam Kota, Sekupang, Batu Aji, Sagulung, Nongsa, Bengkong, Lubuk Baja, Batu Ampar, Sei Beduk, Bulang, Galang, hingga Belakang Padang diverifikasi satu per satu sebagai bagian dari penguatan administrasi dan kesiapan distribusi tugas dakwah Ramadan.
Sementara itu, para peserta terlihat saling bersilaturahmi, berbincang hangat, dan membangun suasana kebersamaan. Beberapa pengisi acara telah bersiap di sisi panggung, melakukan pengecekan peralatan dan teknis penampilan. Atmosfer ruangan mencerminkan perpaduan antara semangat pengabdian dan harapan besar menyambut bulan suci.
Panitia menyampaikan bahwa tahapan registrasi dan pendataan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab untuk memastikan setiap mubalig yang ditugaskan benar-benar siap menjalankan amanah di wilayah masing-masing. Ramadan dipandang sebagai momentum strategis pembinaan umat, sehingga seluruh persiapan dilakukan dengan cermat dan terstruktur.
Hadirin saat ini masih menunggu kedatangan Wali Kota Batam yang dijadwalkan membuka acara secara resmi. Kehadiran kepala daerah diharapkan menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap penguatan syiar Islam dan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat Batam yang majemuk.
Menjelang pembukaan, suasana tetap kondusif dan tertib. Semangat kebersamaan yang tercermin dari interaksi para mubalig dan panitia menjadi gambaran kesiapan Kota Batam dalam menyambut Ramadan 1447 Hijriah dengan program dakwah yang lebih terarah, inklusif, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
(Nursalim Turatea).

















