banner 728x250

Masa Jabatan Syahril Efendi Usai, Transisi Kepemimpinan Gapensi Kepri Menguatkan Nama Ady Indra Pawennari sebagai Kandidat Utama

banner 120x600
banner 468x60

sidikfokusnews.com. Tanjungpinang — Berakhirnya masa jabatan Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Provinsi Kepulauan Riau periode 2020–2025 menjadi penanda dimulainya fase transisi penting dalam tubuh organisasi konstruksi tertua di Indonesia tersebut. Sejak Selasa, 9 Desember 2025, kepemimpinan Syahril Efendi secara konstitusional telah berakhir, sekaligus membuka jalan menuju Musyawarah Daerah (Musda) yang direncanakan digelar dalam waktu tiga bulan ke depan.

Di tengah kekosongan kepengurusan definitif, Badan Pengurus Pusat (BPP) Gapensi dikabarkan mengambil langkah organisatoris dengan membentuk Badan Pengurus Sementara (BPS) Gapensi Kepri. Pembentukan BPS ini merujuk pada Keputusan BPP Nomor 03/KEP/BPP/2025 tentang Perubahan Kedua Peraturan Organisasi Nomor 01 Tahun 2022. Dalam ketentuan tersebut, BPS diberi mandat strategis untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan, sekaligus menyiapkan pelaksanaan Musda melalui pembentukan panitia pengarah dan panitia pelaksana.

banner 325x300

Sekretaris Badan Pengurus Cabang (BPC) Gapensi Kota Tanjungpinang, Ady Indra Pawennari, mengonfirmasi berakhirnya masa jabatan Ketua Umum BPD Gapensi Kepri. Namun demikian, ia menegaskan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima salinan resmi surat keputusan BPP terkait susunan maupun penunjukan Ketua BPS Gapensi Kepri.

“Memang benar masa jabatan Ketua Umum BPD Gapensi Kepri periode 2020–2025 telah berakhir. Namun sampai hari ini saya belum menerima salinan SK BPP terkait siapa yang ditunjuk sebagai Ketua BPS,” ujar Ady saat dikonfirmasi, Minggu (13/12/2025).

Menariknya, dalam periode transisi tersebut, nama Ady Indra Pawennari justru mencuat dan disebut-sebut sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menduduki posisi Ketua Umum BPD Gapensi Kepri periode 2025–2030. Rekam jejak panjangnya di Gapensi, ditambah reputasi sebagai peraih Anugerah Pahlawan Inovasi Teknologi Tahun 2015, membuat namanya dipandang representatif oleh sejumlah pengurus cabang di daerah.

Ady sendiri memilih merespons dinamika tersebut secara hati-hati. Ia menegaskan tidak ingin berspekulasi atau mendahului proses organisasi, namun menyatakan kesiapannya apabila memang mendapat mandat dari mayoritas pemilik suara dalam Musda mendatang.

“Kita lihat perkembangan dulu. Jika memang dipercaya oleh mayoritas pemilik suara, saya siap menerima amanah itu. Saya bukan orang baru di Gapensi. Saya bergabung sebagai anggota Gapensi Tanjungpinang sejak tahun 2000,” ujarnya.

Sebagai Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Kepri, Ady mengakui telah menerima komunikasi dari sejumlah pengurus BPC Gapensi kabupaten dan kota. Mereka, menurutnya, secara terbuka meminta kesediaan dirinya untuk maju sebagai calon Ketua Umum BPD Gapensi Kepri.

“Sudah ada beberapa pengurus BPC yang menghubungi saya dan menyampaikan harapan agar saya bersedia dicalonkan. Pada prinsipnya, saya siap,” tegasnya.

Meski demikian, peta kontestasi menuju pucuk pimpinan Gapensi Kepri diperkirakan tidak akan berjalan tanpa dinamika. Sejumlah nama lain juga mulai mengemuka dan disebut siap berkompetisi dalam Musda mendatang, di antaranya Des Iskandar, mantan pengurus BPD Gapensi Kepri, serta Sahaya Simbolon dan Djoko Mulyono dari BPC Gapensi Batam.

Dengan berakhirnya kepengurusan lama dan dimulainya fase kepengurusan sementara, Musda Gapensi Kepri ke depan dipandang sebagai momentum strategis, bukan semata untuk memilih ketua umum baru, tetapi juga untuk merumuskan arah organisasi dalam menjawab tantangan industri jasa konstruksi di Kepulauan Riau. Tantangan tersebut mencakup persaingan usaha yang semakin ketat, tuntutan profesionalisme, serta kebutuhan adaptasi terhadap regulasi dan transformasi teknologi di sektor konstruksi nasional.

[ arf-6 ]

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *