sidikfokusnews.com. Bintan — Capaian kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bintan sepanjang tahun 2025 yang hampir menembus angka 900 ribu orang menjadi sinyal kuat kebangkitan sektor pariwisata pascapandemi. Namun, angka tersebut justru dijadikan pijakan awal oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan untuk terus mendorong inovasi, bukan alasan untuk berpuas diri.

Di sela-sela Pesta Gonggong di kawasan Telaga Biru, Desa Busung, Kamis (1/1/2026), Roby menegaskan bahwa lonjakan kunjungan wisatawan harus diikuti dengan strategi jangka panjang yang berorientasi pada keberlanjutan ekonomi daerah dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Alhamdulillah, sepanjang 2025 kunjungan wisatawan ke Bintan hampir 900 ribu orang. Sekitar 250 ribu merupakan wisatawan mancanegara dan lebih dari 615 ribu wisatawan nusantara. Ini patut kita syukuri, tetapi inovasi tidak boleh berhenti,” ujar Roby.
Menurutnya, sektor pariwisata Bintan sempat terpukul akibat pandemi Covid-19. Karena itu, tren pemulihan yang terjadi sepanjang 2025 harus dijaga dan diperkuat melalui kebijakan kreatif serta kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Bintan, kata Roby, akan terus mendorong pengembangan event-event berkelas internasional berbasis sport tourism dan wisata minat khusus.
Beberapa agenda unggulan seperti Ironman, Tour de Bintan, serta berbagai event olahraga dan budaya lainnya dinilai efektif menarik wisatawan berkualitas dan memperpanjang lama tinggal wisatawan. Dampaknya tidak hanya pada sektor perhotelan, tetapi juga pada UMKM dan ekonomi masyarakat lokal.
“Kami terus berkoordinasi dengan dinas dan OPD terkait agar setiap event benar-benar berdampak pada peningkatan kunjungan wisata dan perputaran ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Pesta Gonggong di Desa Busung disebut Roby sebagai contoh konkret keberhasilan event berbasis kearifan lokal. Dalam satu hari pelaksanaan, jumlah pengunjung tercatat lebih dari dua ribu orang dan mendekati tiga ribu wisatawan.
Kepala Desa Busung, Rusli, menyebut secara kumulatif jumlah kunjungan wisatawan menjelang dan selama Pesta Gonggong mencapai hampir 13 ribu orang. Lonjakan ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan warga dan Pendapatan Asli Desa.
“UMKM bergerak, masyarakat merasakan manfaat ekonomi, dan PAD desa ikut meningkat,” ujar Rusli.
Dari perspektif pengamat pariwisata, Bintan dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi proyek percontohan pengembangan wisata terpadu di Kepulauan Riau. Kawasan Lagoi yang telah dikenal secara internasional, ditopang destinasi eksotis lain seperti Pantai Trikora dan Gurun Pasir Telaga Biru, menjadikan Bintan memiliki keunggulan komparatif yang berkelanjutan.
Pengamat menilai, di bawah kepemimpinan Roby Kurniawan, arah pembangunan pariwisata Bintan mulai menunjukkan konsistensi. Fokus tidak semata pada kuantitas kunjungan, tetapi juga pada kualitas pengalaman wisata dan pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Visi “Bintan Juara” dinilai semakin menemukan relevansinya sebagai kerangka menuju Bintan yang sejahtera dan makmur.
Momentum awal tahun 2026 juga ditandai dengan kedatangan wisatawan mancanegara perdana ke Bintan. Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad secara langsung menyambut 220 wisman yang tiba di Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BTT) Lagoi menggunakan kapal ferry dari Singapura, Kamis (1/1/2026).
Penyambutan dilakukan dengan nuansa budaya Melayu melalui pemakaian tanjak dan persembahan Tari Kreasi Melayu.
Gubernur Ansar menyebut penyambutan tersebut sebagai simbol penghormatan dan upaya menghadirkan kesan pertama yang berkesan bagi wisatawan.
“Tahun 2025, kunjungan wisman ke Kepri mencapai 1,6 juta orang hingga Oktober dan ditargetkan 1,7 juta hingga akhir Desember. Kami berharap 2026 menjadi tahun akselerasi pariwisata Kepri, khususnya Bintan,” ujar Ansar.
Ia menambahkan, peningkatan kunjungan wisata tidak hanya terpusat di Lagoi, tetapi juga mulai merata ke berbagai destinasi lain di Bintan yang terus didorong sebagai magnet wisata lokal dan internasional.
Sementara itu, Roby Kurniawan menegaskan kembali bahwa sektor pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi Bintan. Sekitar 70 persen PAD Bintan ditopang oleh sektor ini. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bintan tercatat mencapai 201.312 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan kombinasi kekayaan alam, budaya Melayu, serta konsistensi kebijakan pembangunan, Bintan kini dipandang berada di jalur yang tepat untuk mengukuhkan diri sebagai destinasi unggulan di Kepulauan Riau dan kawasan regional. Optimisme ini sekaligus menjadi harapan bagi generasi muda Kepri untuk terus mengawal arah pembangunan pariwisata yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
[ arf-6 ]

















