sidikfokusnews.com. Batam — Ruang kerja Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., pada Jumat (5/12/2025) siang menjadi arena dialog yang hangat namun strategis. Di sana, jajaran Polda Kepri menerima kunjungan silaturahmi Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kepri untuk membahas dinamika mahasiswa, ruang dialog publik, serta pentingnya menjaga Kepri tetap kondusif di tengah kompleksitas keamanan kawasan perbatasan.
Kunjungan tersebut dihadiri Dirintelkam Polda Kepri Kombes Pol Agung Budi Leksono S.I.K., S.H., M.Pd., Dirbinmas Polda Kepri Kombes Pol Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si., serta Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si. Dari pihak GMNI hadir Ketua DPD GMNI Kepri Heri Purba, Ketua DPC GMNI Batam Alwi Djaelani, Sekretaris DPC GMNI Batam Roby, dan sejumlah kader GMNI.
Aspirasi Mahasiswa dan Dinamika Lapangan
Dalam dialog tersebut, GMNI Kepri menyampaikan berbagai persoalan yang mereka temui di lapangan: mulai dari isu koordinasi antara mahasiswa dan pemangku kebijakan, dinamika aksi unjuk rasa, hingga problem lingkungan yang semakin dirasakan masyarakat pesisir. Heri Purba menegaskan bahwa GMNI menjaga komitmen sebagai mitra kritis pemerintah tanpa mengorbankan stabilitas daerah.
Bagi GMNI, ruang komunikasi langsung dengan aparatur keamanan adalah kanal penting agar aspirasi mahasiswa tersampaikan tanpa gesekan sosial yang tidak perlu.
Kapolda Tekankan Pentingnya Stabilitas Kepri Sebagai Wilayah Strategis
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyambut baik langkah GMNI memilih jalur dialog. Ia menegaskan bahwa Kepri memiliki karakter strategis yang tidak bisa dipandang sama dengan provinsi lain karena posisinya sebagai pintu gerbang investasi dan lalu lintas internasional.
“Kita punya potensi besar yang harus dijaga bersama. Aspirasi mahasiswa sangat penting, namun penyampaiannya harus tetap menjaga kenyamanan masyarakat. Dialog seperti ini adalah jalur terbaik,” ujar Kapolda.
Menurutnya, mahasiswa memegang peranan penting sebagai mitra moral dalam menjaga kualitas demokrasi dan stabilitas keamanan.
Penguatan Koordinasi dan Peran Kritis Mahasiswa
Dirintelkam Polda Kepri Kombes Pol Agung Budi Leksono menekankan perlunya hubungan yang solid antara GMNI dan Polri untuk memastikan deteksi dini persoalan sosial dapat berjalan baik. Setiap masukan dari mahasiswa, katanya, akan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan keamanan daerah.
Kabid Humas Polda Kepri menambahkan bahwa kolaborasi antara Polri dan mahasiswa selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Sementara itu, Dirbinmas Polda Kepri mengingatkan pentingnya menyampaikan pendapat secara bijak agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Komitmen Bersama untuk Kepri yang Kondusif
Pertemuan diakhiri dengan kesepahaman bahwa komunikasi antara gerakan mahasiswa dan aparat keamanan perlu diperkuat, terutama di tengah dinamika sosial yang terus berubah. Baik GMNI maupun Polda Kepri menyatakan kesiapan untuk menjaga keamanan, kenyamanan publik, serta keberlanjutan iklim investasi di Kepulauan Riau.
Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi model relasi baru antara mahasiswa dan aparat penegak hukum—relasi yang kritis, terbuka, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
( Redaksi )















