sidikfokusnews.com. TANJUNGPINANG — Keluarga Besar Ikatan Keluarga Palmatak, Kute Siantan, Siantan Tengah, dan Siantan Utara (IKPK2S) Kepulauan Riau menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan arisan keluarga besar pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di kediaman Ketua Umum IKPK2S, Al-Imron, di Jalan Kijang Lama, dan menjadi momentum penting mempererat silaturahmi masyarakat perantauan di awal tahun.
Acara tersebut dihadiri para tokoh masyarakat dan sesepuh IKPK2S, serta Ketua Ikatan Kekerabatan Siantan (IKS), Dr. Ahmad Yani, yang menyatakan dukungan terhadap upaya menjaga tradisi kebersamaan dan nilai-nilai kekerabatan masyarakat Siantan di tanah rantau.
Peringatan Isra Mi’raj diisi dengan tausiah oleh Ustadz Khairun Nahdi, S.Pd.I, yang menekankan bahwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa spiritual yang sarat pesan moral dan sosial. Menurutnya, perjalanan Nabi Muhammad SAW bukan hanya menegaskan kewajiban ibadah, tetapi juga mengajarkan pentingnya membangun hubungan harmonis antarsesama.
“Ulama sepakat bahwa silaturahmi adalah bagian dari ibadah yang berdampak langsung pada kehidupan sosial. Rasulullah SAW menegaskan, siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi. Kegiatan seperti ini mencerminkan ajaran Islam yang hidup dan membumi,” ujar Ustadz Khairun Nahdi.
Ketua Umum IKPK2S, Al-Imron, S.T.T., yang akrab disapa Bang Roni, dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan Isra Mi’raj dan arisan keluarga sengaja dilaksanakan di awal tahun sebagai sarana mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus doa bersama menyambut Bulan Suci Ramadan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya merawat tradisi kampung halaman yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam pelaksanaannya, setiap keluarga membawa tambol atau aneka kue, kemudian disatukan untuk dinikmati bersama.
“Kami membawa kebiasaan yang sering dilakukan di kampung halaman. Hari ini, masing-masing membawa tambol, kita gabungkan dan makan bersama. Secara pribadi, saya merasakan suasana seperti berada di kampung sendiri,” kata Bang Roni.
Kegiatan yang dilaksanakan secara gotong royong ini mencerminkan filosofi kebersamaan yang dipegang teguh IKPK2S. Semangat tersebut dirangkum dalam ungkapan khas Melayu, “Acaro dari kite, untuk kite,” yang menjadi jiwa dalam setiap kegiatan organisasi.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat solidaritas sosial masyarakat perantauan. Tradisi berkumpul, berdoa, dan berbagi makanan dinilai semakin relevan di tengah kehidupan perkotaan yang cenderung individualistis.
Melalui kegiatan ini, IKPK2S menegaskan komitmennya sebagai wadah pemersatu masyarakat perantauan asal Palmatak dan Siantan Raya, serta sebagai penjaga nilai-nilai religius, budaya, dan semangat gotong royong agar tetap hidup dan lestari di tanah rantau.
tim-red

















