banner 728x250
Batam  

Dakwah Dimulai dari Kebersamaan: Silaturahmi PMB Batam Kota Menguatkan Sinergi Masjid dan Musholla di Al-Muhajirin

banner 120x600
banner 468x60

sidikfokusnews.com BATAM — Tidak semua gerak dakwah harus dimulai dari mimbar dengan suasana formal. Di Masjid Al-Muhajirin, Perumahan Mediterania, Batam Kota, Selasa malam, 30 Desember 2025, dakwah justru berangkat dari kebersamaan yang sederhana namun penuh makna. Makan sate bersama sambil bercengkerama santai menjadi pembuka Silaturahmi Perkumpulan Muballigh Batam (PMB) Batam Kota bersama pengurus masjid, pengurus musholla, serta anggota PMB dari Kelurahan Baloi Permai dan Teluk Tering.
Suasana nyantai tersebut mencairkan jarak dan menghapus sekat formal antara muballigh dan pengurus rumah ibadah. Dari kebersamaan sederhana itu, terbangun dialog yang jujur dan terbuka mengenai dinamika dakwah, tantangan pengelolaan masjid dan musholla, serta kebutuhan akan sinergi yang lebih kuat dan berkesinambungan ke depan.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan Ahlul Bait Masjid Al-Muhajirin, Ustadz Nawir Hasbullah, selaku pembina Masjid Al-Muhajirin Mediterania. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran PMB Batam Kota dan seluruh undangan. Ia mengingatkan bahwa dalam sejarah dakwah Islam, tidak jarang kelompok yang sedikit mampu mengalahkan kelompok yang banyak, bukan karena keunggulan materi, melainkan karena kekuatan iman, keikhlasan, dan kesungguhan dalam berjuang.
Ustadz Nawir Hasbullah juga menekankan pentingnya sikap tawadhu bagi para muballigh. Menurutnya, semakin seorang muballigh dibicarakan oleh manusia, semakin besar tuntutan untuk merendahkan hati. Dakwah tidak boleh berubah menjadi ajang pencitraan, melainkan harus tetap berorientasi pada satu tujuan utama, yaitu mengharap ridha Allah Swt. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa dakwah sejati lahir dari ketulusan, adab, dan keikhlasan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PMB Batam Kota, Robi Kurniawan, Lc., M.A. Dalam penyampaiannya, ia mengungkapkan secara terbuka kondisi kehadiran pengurus masjid pada pertemuan tersebut. Dari lebih dari 20 pengurus masjid yang diundang, hanya tiga orang yang dapat hadir. Sementara itu, tujuh pengurus inti PMB Batam Kota hadir secara lengkap.
Meski demikian, Robi Kurniawan menegaskan bahwa silaturahmi ini tetap memiliki nilai strategis. Pertemuan ini dimaksudkan sebagai forum perkenalan antara pengurus masjid dan pengurus PMB Batam Kota agar terbangun pemahaman yang sama mengenai peran, tugas, dan peluang kolaborasi dalam penguatan dakwah di wilayah Batam Kota.
Dalam forum tersebut, pengurus PMB Batam Kota juga memaparkan program-program yang akan dilaksanakan ke depan. Program tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas keagamaan di masjid dan musholla sekaligus memperkuat peran muballigh di tengah masyarakat. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pembagian jadwal kegiatan serta kalender kepada anggota PMB, pengurus PMB Batam Kota, dan pengurus masjid sebagai pedoman bersama dalam menjalankan agenda dakwah.
Dalam diskusi yang berkembang, disepakati pula sejumlah masukan penting terkait tata kelola kegiatan dakwah di masjid dan musholla. Salah satu poin yang mendapat perhatian khusus adalah pengaturan waktu khutbah. Para peserta sepakat bahwa khatib diharapkan tidak menyampaikan khutbah melebihi saran dan ketentuan dari pengurus masjid, yakni dengan durasi maksimal 15 menit. Selain itu, materi dakwah dan khutbah diharapkan benar-benar menyesuaikan dengan jadwal yang telah ditetapkan, agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib, khusyuk, dan nyaman bagi jamaah.
Harapan besar juga disampaikan terkait terbangunnya solusi bersama antara masjid dan musholla, khususnya dalam penjadwalan kegiatan keagamaan, termasuk pengaturan jadwal selama bulan Ramadhan. Koordinasi yang baik dinilai sangat penting agar kegiatan ibadah saling melengkapi, tidak tumpang tindih, dan dapat menjangkau kebutuhan umat secara optimal.
Silaturahmi ini sekaligus menjadi ruang untuk menyerap masukan dan saran dari para pengurus masjid dan musholla. Seluruh pihak sepakat bahwa keberhasilan dakwah tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan komunikasi yang terbuka, sinergi yang kuat, serta komitmen bersama dalam menjaga ukhuwah Islamiyah.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, disertai harapan agar Allah Swt. senantiasa memampukan seluruh pihak untuk terus menjaga silaturahmi, menguatkan persatuan umat, dan membimbing setiap langkah dakwah agar tetap berada di jalan yang diridhai-Nya.

(Nursalim Turatea)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *