sidikfokusnews.com. Batam – Apel Kasatwil Polda Kepulauan Riau Tahun 2025 yang digelar di Gedung Lancang Kuning, Rabu (10/12/2025), menjadi arena konsolidasi strategis bagi jajaran kepolisian dalam memperkuat reformasi internal, meningkatkan profesionalisme, serta memantapkan kesiapsiagaan menghadapi dinamika keamanan di era digital. Kegiatan yang dipimpin Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., dan didampingi Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., ini turut dihadiri Irwasda, Pejabat Utama Polda Kepri, serta para Kapolres dan Kapolresta jajaran.
Mengusung tema “Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat”, Apel Kasatwil tahun ini mempertegas arah pembaruan kinerja dan modernisasi layanan Polri. Tema tersebut menggambarkan tuntutan publik terhadap aparat kepolisian agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, kompeten dalam pelayanan, dan responsif terhadap dinamika sosial yang bergerak cepat di ruang digital.
Dalam sambutannya, Kapolda Kepri menyoroti perubahan besar dalam pola komunikasi publik akibat masifnya arus informasi di media sosial. Ia menekankan bahwa seluruh personel harus mengedepankan ketenangan, kecermatan, serta ketepatan respons dalam menghadapi isu publik untuk menghindari reaksi yang emosional maupun kurang terukur. Optimalisasi fungsi Pamapta, penguatan layanan Call Centre 110, dan pemanfaatan intelijen sebagai sistem deteksi dini menjadi prioritas yang disampaikan.
Kapolda juga menyoroti pentingnya pengawasan internal guna menjaga integritas dan disiplin anggota, serta menekankan peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan komunikasi dan pelayanan masyarakat. Transparansi dalam penanganan pengaduan publik disebut sebagai tonggak penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Irwasda, Ketua Himpsi, Kabid Propam, Dirkrimum, Kabidhumas, dan Dirintel. Para pemateri memberikan analisis mendalam terkait disiplin personel, psikologi massa, komunikasi publik, strategi penanganan aksi unjuk rasa, serta pola provokasi digital yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan. Pemaparan lintas disiplin ini memperkaya perspektif peserta dalam memahami tantangan keamanan modern.
Untuk menyeragamkan pola tindakan operasional, peserta mengikuti Tactical Floor Game (TFG) yang dirancang untuk menguji kesiapan jajaran dalam menghadapi berbagai skenario kontinjensi, termasuk kemungkinan eskalasi demonstrasi. Melalui TFG, koordinasi lintas fungsi diperkuat, pembagian tugas dipertegas, dan kemampuan pengambilan keputusan cepat dalam situasi dinamis dilatih secara terukur.
Simulasi pelayanan penyampaian aspirasi masyarakat yang digelar di Lapangan Bhayangkara menegaskan pendekatan humanis Polda Kepri dalam menjaga keamanan. Simulasi tersebut menunjukkan bagaimana prosedur penanganan aksi dapat dijalankan dengan mengedepankan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban.
Pada penghujung kegiatan, Ikrar Ksatria Bhayangkara dikumandangkan sebagai simbol komitmen moral seluruh anggota Polri untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan pengabdian kepada bangsa. Prosesi ini menegaskan bahwa transformasi Polri tidak hanya bersifat struktural, tetapi menyangkut pembentukan karakter setiap personel.
Apel Kasatwil Polda Kepri Tahun 2025 menjadi momentum penting dalam memantapkan kesiapan institusi menghadapi lanskap keamanan modern yang semakin kompleks. Dengan memperkuat kapasitas, memodernisasi layanan publik, serta berpegang teguh pada nilai Tribrata dan Catur Prasetya, Polda Kepri menegaskan komitmennya untuk tampil sebagai Polri yang modern, responsif, humanis, dan dipercaya masyarakat.
Polri untuk Masyarakat
Bidang Humas Polda Kepri
Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si.
Kabidhumas Polda Kepri
( redaksi )















