sidikfokusnews.com – Batam — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Halal Bihalal Perkumpulan Muballigh Batam Kota yang digelar di Masjid Al-Azhar, Perumahan Baterai. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kembali semangat dakwah para muballigh setelah menjalani bulan suci Ramadan dan merayakan Idulfitri.
Acara yang berlangsung semarak ini diikuti oleh para muballigh dari berbagai wilayah Batam Kota di bawah koordinasi H. Robi Kurniawan. Kehadiran para muballigh terasa istimewa, mengingat sebagian di antara mereka sebelumnya pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Kini, dalam suasana Syawal yang penuh berkah, mereka kembali berkumpul dalam satu majelis yang sarat makna persaudaraan.
Nuansa kebersamaan begitu terasa ketika para peserta saling bersalaman dan bermaafan. Ungkapan “yang jauh mendekat, yang dekat merapat” seakan menjadi gambaran nyata dari semangat persatuan yang terbangun dalam kegiatan tersebut. Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang refleksi untuk membersihkan hati, menghapus kesalahpahaman, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di antara sesama muballigh.
Dalam sambutannya, disampaikan bahwa momentum Idulfitri harus dimaknai sebagai titik awal untuk memperbaiki diri dan memperkuat komitmen dalam berdakwah. “Jika selama ini ada salah dan khilaf, maka inilah saatnya kita saling memaafkan. Yang hadir malam ini insyaallah saling menerima maaf satu sama lain,” menjadi pesan yang menggugah dan menyentuh hati para hadirin.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan adanya bentuk syukur bersama berupa pemotongan dua ekor kambing. Hal ini menjadi simbol rasa syukur atas nikmat kebersamaan dan kesempatan untuk kembali berkumpul dalam suasana penuh keberkahan. Hidangan yang disajikan turut menambah keakraban, memperkuat ikatan emosional di antara para muballigh.
Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi penting terkait jadwal penugasan muballigh. Meskipun jadwal resmi belum dicetak, file jadwal telah tersedia dan akan segera didistribusikan kepada seluruh pengurus. Keterlambatan dalam penyampaian jadwal diakui dapat menimbulkan kebingungan di kalangan muballigh, terutama dalam persiapan tugas dakwah di masjid-masjid yang telah ditentukan.
Oleh karena itu, para muballigh diimbau untuk memperhatikan penempatan tugas masing-masing serta menyesuaikan materi khutbah dengan tema yang telah ditetapkan. Hal ini dinilai penting agar pesan dakwah yang disampaikan dapat lebih terarah, sistematis, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi jamaah.

Halal bihalal ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan komunikasi yang baik merupakan fondasi utama dalam membangun gerakan dakwah yang kuat. Di tengah berbagai tantangan zaman, para muballigh dituntut tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan keharmonisan umat.
Menutup kegiatan, seluruh peserta saling mengucapkan, “Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin,” sebagai bentuk ketulusan hati dalam merajut kembali hubungan yang mungkin sempat renggang. Harapannya, semangat kebersamaan yang terbangun dalam halal bihalal ini dapat terus terjaga dan menjadi energi positif dalam menjalankan amanah dakwah ke depan.(Nursalim Turatea).















