sidikfokusnews.com – Batam – Suasana Masjid Jabal Fattah, Perumahan Bukit Indah Piayu, mulai dipenuhi aktivitas sejak siang hari, Minggu (1/3/2026). Meski waktu menunjukkan pukul 14.36 WIB dan acara silaturrahim serta buka puasa bersama UPIKA Kecamatan Sungai Beduk dijadwalkan dimulai pukul 17.00 WIB, persiapan telah dilakukan secara intensif dan terkoordinasi.
Panitia tampak sigap menata kursi dan meja agar tersusun rapi dan nyaman bagi jamaah serta tamu undangan. Sistem suara diuji berulang kali guna memastikan seluruh rangkaian acara nantinya dapat terdengar jelas tanpa kendala teknis. Di sisi lain, tim konsumsi mulai mempersiapkan hidangan berbuka puasa dengan penuh ketelitian. Takjil dan minuman disusun tertib, sementara perlengkapan ibadah tambahan disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah kehadiran jamaah.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat relasi sosial dan spiritual di tengah masyarakat. Ramadan menjadi ruang pertemuan yang menyatukan berbagai unsur, baik pemerintah kecamatan maupun warga, dalam semangat kebersamaan dan kepedulian. Masjid Jabal Fattah kembali menunjukkan fungsinya sebagai pusat pembinaan umat dan simpul interaksi sosial yang hidup.
Kesibukan yang berlangsung sejak siang hari mencerminkan semangat gotong royong yang masih kokoh di lingkungan Bukit Indah Piayu. Koordinasi berjalan efektif, dengan pembagian tugas yang jelas namun tetap dalam suasana kekeluargaan. Pematangan teknis dilakukan secara cermat agar pelaksanaan acara berjalan khidmat, tertib, dan penuh makna ketika waktu berbuka tiba.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan kuat dari Dr. Nursalim, S.Pd., M.Pd., Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, yang juga menjabat sebagai Ketua Afiliasi Pengajar Penulis Bahasa, Sastra, Budaya, Seni dan Desain Provinsi Kepulauan Riau serta pengurus Perkumpulan Muballigh Batam. Dukungan tersebut menjadi penegasan bahwa penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan perumahan merupakan bagian penting dari pembangunan karakter masyarakat.
Menurut pandangannya, perkembangan suatu kawasan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran spiritual dan solidaritas sosial. Silaturrahim dan buka puasa bersama menjadi simbol kebangkitan religiusitas yang selaras dengan semangat kebersamaan dan harmoni sosial.
Menjelang pukul 17.00 WIB, optimisme semakin terasa. Dari persiapan yang matang dan dukungan berbagai elemen masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang yang mempererat ukhuwah, memperkuat keimanan, dan meneguhkan semangat persatuan di tengah dinamika kehidupan perkotaan. Ramadan kembali menjadi pengikat hati, mempertemukan niat baik dalam satu tujuan: membangun masyarakat yang religius, rukun, dan berdaya.
(Redaksi)

















