banner 728x250
Batam  

Merawat Persaudaraan sebagai Cermin Keluhuran Hati di Tengah Ujian Kehidupan

banner 120x600
banner 468x60

Oleh Wahyu Wahyudin
Anggota DPRD Provinsi Kepri Dari fraksi PKS

Pesan yang tercermin dalam hati tentang tidak menghapus persaudaraan hanya karena sebuah kesalahan, melainkan menghapus kesalahan demi melanjutkan persaudaraan sesungguhnya memuat kedalaman makna yang melampaui sekadar rangkaian kata. Ia hadir sebagai suara nurani, sebagai ajakan batin untuk menempatkan nilai kemanusiaan di atas ego dan emosi sesaat. Pesan ini bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk direnungkan dan dihidupi dalam laku keseharian.

banner 325x300

Persaudaraan adalah ikatan luhur yang terbangun melalui proses panjang, penuh dinamika, dan tidak jarang diuji oleh kesalahpahaman. Dalam setiap relasi manusia, kesalahan adalah keniscayaan. Tidak ada manusia yang sepenuhnya benar, sebagaimana tidak ada hubungan yang bebas dari kekhilafan. Namun, persoalan mendasarnya bukan pada keberadaan kesalahan itu sendiri, melainkan pada cara manusia menyikapinya. Ketika sebuah kesalahan dijadikan alasan untuk menghapus persaudaraan, sejatinya yang dikedepankan adalah ego, bukan kebijaksanaan.

Pesan yang tercermin dalam hati tersebut mengajarkan keberanian moral untuk memilih jalan yang lebih bermartabat. Menghapus kesalahan demi melanjutkan persaudaraan berarti menempatkan nilai kasih, empati, dan kemanusiaan di atas rasa ingin menang sendiri. Memaafkan bukanlah tanda kelemahan, melainkan kekuatan batin yang hanya dimiliki oleh mereka yang telah matang secara jiwa. Memaafkan menuntut keluasan hati, kejernihan akal, dan kesediaan untuk melihat manusia lain sebagai sesama yang sama-sama berproses.

Dalam kehidupan sosial, terutama di tengah masyarakat yang majemuk, pesan ini menjadi sangat relevan. Persaudaraan sering kali retak bukan karena persoalan besar, melainkan karena kesalahan kecil yang dibesar-besarkan. Kata-kata yang lepas kendali, sikap yang keliru, atau perbedaan pandangan yang tidak dikelola dengan bijak dapat berubah menjadi luka yang memisahkan. Padahal, dengan niat baik dan kelapangan hati, kesalahan dapat diluruskan tanpa harus memutus ikatan yang telah terjalin lama.

Dalam tradisi budaya Melayu yang menjunjung tinggi adab dan marwah, menjaga persaudaraan merupakan bagian dari kehormatan diri. Orang yang beradab bukanlah mereka yang tidak pernah salah, melainkan mereka yang mampu memperbaiki kesalahan tanpa merusak hubungan. Adab mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang terletak pada kemampuannya menahan amarah, menundukkan ego, dan mengedepankan harmoni sosial.

Pesan yang tercermin dalam hati ini juga memiliki makna mendalam dalam dunia pendidikan dan intelektual. Perbedaan pendapat, kritik, dan dialektika pemikiran adalah hal yang wajar dan bahkan diperlukan. Namun, ketika perbedaan itu menjelma menjadi permusuhan personal, maka ilmu kehilangan ruhnya. Menghapus kesalahan demi melanjutkan persaudaraan berarti menjadikan ilmu sebagai jembatan pencerahan, bukan alat perpecahan.
Pada akhirnya, pesan ini mengingatkan kita agar tidak tergesa-gesa menghapus sesuatu yang bernilai luhur hanya karena luka sesaat. Persaudaraan adalah cahaya yang menerangi perjalanan hidup manusia, sementara kesalahan hanyalah bayangan yang bisa berlalu jika disikapi dengan kebijaksanaan. Ketika hati mampu memaafkan, maka persaudaraan akan tetap hidup dan tumbuh.

Semoga pesan yang tercermin dalam hati ini menjadi pengingat abadi bagi kita semua untuk senantiasa menjaga persaudaraan, mengedepankan adab, dan merawat kemanusiaan. Sebab, dalam persaudaraan yang terjaga, terdapat kedamaian jiwa, kekuatan sosial, dan harapan akan kehidupan yang lebih bermartabat dan berkeadaban.

Red

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *