banner 728x250

Wahyu Wahyudin Soroti Isu Garuda di Bandara RHF, Dorong Penguatan Ekonomi dan Konektivitas Pulau Bintan

banner 120x600
banner 468x60

sidikfokusnews.com. Batam -Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin, menanggapi isu rencana penghentian operasional maskapai Garuda Indonesia dari Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Menurutnya, dinamika tersebut perlu disikapi secara bijak dan komprehensif, dengan mempertimbangkan aspek bisnis maskapai sekaligus kepentingan konektivitas daerah.

Wahyu menilai bahwa keputusan maskapai untuk bertahan atau menghentikan suatu rute penerbangan tidak terlepas dari tingkat keterisian penumpang dan efisiensi operasional. Dalam konteks tersebut, apabila suatu rute dinilai belum memberikan keuntungan, perlu dicarikan solusi agar layanan transportasi udara bagi masyarakat tetap berjalan tanpa membebani keuangan badan usaha milik negara.

banner 325x300

Ia mengusulkan agar rute penerbangan yang ditinggalkan Garuda Indonesia dapat dialihkan sementara kepada maskapai dengan segmentasi biaya lebih terjangkau, seperti Citilink. Langkah ini dinilai mampu menjaga keterhubungan wilayah sekaligus memberikan pilihan harga yang lebih ramah bagi masyarakat. Wahyu menegaskan bahwa kebijakan semacam ini justru dapat menjadi solusi adaptif di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih.

Lebih lanjut, Wahyu menyampaikan bahwa peluang kembalinya Garuda Indonesia ke Bandara RHF tetap terbuka. Ia meyakini bahwa ketika aktivitas ekonomi dan arus wisata ke Tanjungpinang dan Pulau Bintan kembali meningkat, Garuda Indonesia dapat mengajukan kembali rute penerbangan tersebut. Oleh karena itu, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah harus menjadi prioritas bersama.

Dalam pandangannya, isu hengkangnya Garuda juga mencerminkan perlunya perhatian lebih besar dari pemerintah pusat terhadap pembangunan Pulau Bintan. Wahyu menilai bahwa meskipun Bintan telah memiliki sektor pariwisata berskala internasional, penguatan sektor industri dan logistik masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan agar perekonomian daerah lebih berdaya saing.

Ia menyoroti potensi pengembangan kawasan industri dan pelabuhan logistik internasional di wilayah Galang Batang sebagai salah satu solusi strategis. Dengan mempertimbangkan kepadatan aktivitas ekonomi di Singapura dan Batam, Bintan dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi alternatif pusat distribusi barang di kawasan regional. Pengembangan ini diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan aktivitas ekonomi dan kebutuhan transportasi.

Selain itu, Wahyu juga menekankan pentingnya pembangunan Pelabuhan Perikanan Batu Duyung di Kijang. Menurutnya, keberadaan pelabuhan perikanan yang memadai akan mendorong peningkatan produktivitas sektor kelautan dan perikanan, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ekonomi masyarakat pesisir. Dampak lanjutannya adalah meningkatnya mobilitas orang dan barang yang akan turut menghidupkan sektor transportasi udara.

Dengan berkembangnya sektor pariwisata, industri, logistik, dan perikanan secara berimbang, Wahyu optimistis Pulau Bintan akan semakin maju dan berdaya saing. Kondisi tersebut diharapkan dapat menarik kembali minat maskapai besar untuk beroperasi di Bandara RHF, sekaligus membuka peluang masuknya maskapai lain. Menurutnya, sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk mewujudkan konektivitas yang kuat dan pembangunan yang merata di Kepulauan Riau.

(Nursalim Turatea).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *