Oleh Wahyu Wahyudin, S.E., M.M.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) | Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau,
Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu wilayah strategis di Indonesia yang memiliki karakter geografis unik dan keunggulan komparatif yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Dengan dominasi wilayah laut yang mencapai lebih dari sembilan puluh persen serta ribuan pulau yang tersebar di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, Kepulauan Riau sejatinya menyimpan potensi kemaritiman yang sangat besar. Potensi ini tidak hanya berkaitan dengan sumber daya alam laut, tetapi juga mencakup sektor perdagangan, logistik, industri maritim, hingga pariwisata bahari yang berdaya saing tinggi.
Letak geografis Kepulauan Riau menjadikannya simpul penting dalam arus perdagangan internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia memberikan keuntungan strategis dalam mendorong aktivitas ekspor-impor serta menarik investasi asing. Namun, keunggulan geografis tersebut menuntut pengelolaan yang terencana dan berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang merata bagi seluruh wilayah, termasuk pulau-pulau kecil yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan akses pelayanan dasar.
Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja ekonomi Kepulauan Riau menunjukkan tren yang cukup menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi yang stabil mencerminkan daya tahan daerah ini dalam menghadapi tekanan ekonomi global.
Data pertumbuhan PDRB memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi di Kepulauan Riau terus bergerak dinamis, bahkan mampu mencatat pertumbuhan yang kompetitif di tingkat regional dan nasional. Hal ini menunjukkan bahwa sektor-sektor unggulan, khususnya yang berbasis kemaritiman, telah menjadi motor penggerak perekonomian daerah.
Peran Kota Batam dalam struktur ekonomi Kepulauan Riau sangat dominan. Kontribusi Batam terhadap total PDRB provinsi mencapai porsi yang signifikan, menjadikannya pusat industri, perdagangan, dan jasa. Keberadaan kawasan industri, pelabuhan internasional, serta infrastruktur logistik yang relatif lebih maju menjadikan Batam sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah. Dampak dari aktivitas ekonomi di Batam tidak hanya dirasakan secara lokal, tetapi juga memberikan efek pengganda bagi wilayah lain di Kepulauan Riau, baik melalui distribusi barang, penyerapan tenaga kerja, maupun peningkatan investasi.
Sektor-sektor utama seperti industri pengolahan, pertambangan dan penggalian, serta perikanan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau. Selain itu, kontribusi dari ekspor dan investasi menunjukkan adanya perbaikan iklim usaha dan meningkatnya kepercayaan pelaku ekonomi terhadap prospek daerah ini. Keberadaan pelabuhan dan kawasan industri yang terintegrasi memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai gerbang perdagangan internasional di wilayah barat Indonesia.
Meski demikian, tantangan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan. Ketimpangan pembangunan antarwilayah dan antar pulau masih terlihat jelas, terutama dalam hal akses transportasi, energi, dan infrastruktur dasar. Pulau-pulau kecil sering kali tertinggal dalam menikmati hasil pembangunan, padahal mereka merupakan bagian penting dari identitas dan kekuatan maritim Kepulauan Riau. Di sisi lain, aktivitas ekonomi yang intensif juga membawa risiko kerusakan lingkungan laut yang dapat mengancam keberlanjutan sumber daya alam jika tidak dikelola secara bijaksana.
Oleh karena itu, strategi pengembangan ekonomi Kepulauan Riau ke depan harus berorientasi pada pembangunan kemaritiman yang terpadu dan berkelanjutan. Pembangunan infrastruktur laut, peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor maritim, serta penguatan konektivitas antar pulau menjadi kunci utama dalam mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi. Pengembangan pariwisata berbasis ekologi laut dan industri olahan hasil laut juga perlu didorong agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat lokal.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha, dan kalangan akademisi menjadi faktor penentu keberhasilan strategi tersebut. Dengan perencanaan yang matang dan kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan, potensi kemaritiman Kepulauan Riau dapat menjadi fondasi kuat bagi pembangunan ekonomi jangka panjang. Pada akhirnya, kekuatan wilayah kepulauan yang dimiliki Kepulauan Riau bukanlah hambatan, melainkan modal utama untuk membangun daya saing daerah dalam percaturan ekonomi nasional dan regional.
Tim-red

















