banner 728x250
Batam  

Perkumpulan Muballigh Kota Batam Gelar Silaturrahim dan Pertemuan Bulanan, Teguhkan Konsolidasi Dakwah hingga Pulau-Pulau Hinterland

banner 120x600
banner 468x60

Batam — Perkumpulan Muballigh Kota Batam (PMB) menggelar kegiatan Silaturrahim dan Pertemuan Bulanan sebagai bagian dari penguatan konsolidasi organisasi pada masa kepengurusan 2025–2030. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam meneguhkan ukhuwah, menyatukan visi dakwah, serta merumuskan langkah konkret pengabdian muballigh di tengah masyarakat Kota Batam, termasuk wilayah pulau-pulau hinterland.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Desain Pasaribu selaku Ketua PMB Kota Batam periode 2025–2030. Hadir dalam kegiatan ini para tokoh pendiri PMB, yakni Dr. Zulkifli AKA, M.Si, Bustami, dan Syamsul Ibrahim. Turut hadir pula Aman, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau sekaligus anggota Dewan Pakar PMB, Ukhroini Ali selaku Sekretaris PMB, Yusuf Subhan Wakil Ketua I, Ketua Dewan Masjid Kota Batam, serta seluruh jajaran pengurus PMB se-Kota Batam.

banner 325x300

sidikfokusnews.com – Batam – Dalam sambutannya, Resdin Pasaribu menegaskan bahwa pertemuan bulanan bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang konsolidasi untuk menyamakan persepsi dan memperkuat gerak dakwah. Ia menyampaikan sejumlah isu strategis yang berkembang dalam forum, di antaranya persoalan keberadaan kantor sekretariat PMB, penguatan program ceramah di pulau-pulau, serta agenda pasca Ramadhan yang direncanakan menyasar wilayah Belakang Padang.

Menurut Resdin Pasaribu, dakwah ke pulau-pulau harus dimaknai sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian, bukan sebagai beban bagi masyarakat setempat. “Kita ke pulau bukan untuk memberatkan orang pulau, tetapi justru membawa oleh-oleh dakwah, perhatian, dan kepedulian.

Kehadiran muballigh harus menjadi penyejuk dan penguat masyarakat,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen kepengurusan di bawah nakhoda dirinya agar PMB tetap eksis, solid, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh umat.

 

Pembinaan selanjutnya disampaikan oleh Dr. Zulkifli AKA, M.Si selaku pendiri PMB. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya keberadaan kantor sekretariat yang representatif, termasuk memiliki halaman atau pekarangan yang memadai sebagai pusat aktivitas organisasi. Ia menyambut baik semangat para muballigh yang siap “turun gunung” untuk berdakwah di pulau-pulau yang selama ini sangat mengharapkan kehadiran para dai. Dr. Zulkifli juga mendorong agar persoalan-persoalan sosial di pulau, termasuk masalah remaja, diangkat dan dicarikan solusi melalui pendekatan dakwah yang bijak dan kontekstual.

Pada kesempatan tersebut disampaikan pula rencana strategis Dewan Pendiri PMB yang akan bekerja sama dengan Ketua PMB tingkat kecamatan untuk menyusun sebuah buku panduan lengkap berisi judul-judul ceramah Ramadhan, mulai dari malam pertama hingga malam terakhir. Buku ini ditujukan agar para muballigh memiliki fokus tema yang terarah, sistematis, dan saling melengkapi dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman selama bulan suci Ramadhan.

Sementara itu, Aman selaku anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau dan anggota Dewan Pakar PMB dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan konsolidasi yang rutin dilaksanakan setiap bulan. Ia menilai PMB Kota Batam sebagai organisasi yang luar biasa, dengan inisiator dan penggerak yang sebagian besar berasal dari tingkat provinsi. “Walaupun saya anggota DPRD Provinsi, saya tetap aktif sebagai anggota PMB Kota Batam. Ini kebanggaan bagi saya,” ujarnya.

Aman juga menekankan bahwa muballigh harus cerdas secara spiritual sekaligus kuat secara konseptual. Ke depan, ia mendorong agar proses rekrutmen anggota PMB dilakukan secara lebih selektif melalui uji kompetensi, uji kelayakan, dan uji kepatutan. “Saya lahir dari PMB. Maka apa pun arahan Ketua PMB, saya akan selalu ikut dan mendukung,” tegasnya.

Pandangan senada disampaikan oleh Bustami selaku pendiri PMB. Ia mengamati bahwa pada periode ini uji kompetensi muballigh menjadi kebutuhan mendesak. Bustami menyoroti fenomena sebagian muballigh yang masih merasa grogi ketika harus berkhutbah di hadapan senior-seniornya. Ia memberikan kiat sederhana namun bermakna, yakni dengan menyapa dan menyalami senior sebelum khutbah sebagai cara membangun ketenangan batin.

“Siapkan di depanmu, maka jangan grogi. Hormati senior, dan jadikan mereka sumber kekuatan, bukan sumber ketakutan,” pesannya.

Melalui silaturrahim dan pertemuan bulanan ini, PMB Kota Batam menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kualitas muballigh, serta memperluas jangkauan dakwah hingga ke pulau-pulau. Dengan kebersamaan para pendiri, pengurus, dan seluruh anggota, PMB optimistis dapat terus berkontribusi dalam membina umat dan menjawab tantangan dakwah di Kota Batam dan sekitarnya.

(Nursalim Turatea).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *