sidikfokusnews.com. LAHAT — Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto, S.I.K., M.I.K., menghadiri kegiatan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan underpass/flyover akses jalan hauling PT Mustika Indah Permai (MIP) dan PT Servo Lintas Raya (SLR), Jumat (16/1/2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan berlangsung di jalan hauling PT MIP, Desa Merapi, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.
Peresmian dimulainya pembangunan infrastruktur strategis tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Direktur PT MIP Mulyadi Wibowo, Direktur PT SLR Viktor Budi Karyaji, Kasubdit Lantas Polda Sumsel AKBP Hendri Hutasoit, S.I.K., Wakil Bupati Lahat Widya Ningsih, S.H., M.H., Ketua DPRD Lahat Fitrizal Homizi, S.T., unsur Forkopimda, jajaran OPD Pemprov Sumsel dan OPD Pemkab Lahat serta Muara Enim, perwakilan PT KAI, transportir, para pemegang IUP, pemerintah kecamatan dan desa di wilayah Merapi, serta manajemen dan mitra kerja perusahaan.
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, diikuti Wakil Bupati Lahat, Presiden Direktur PT Mustika Indah Permai, Kapolres Lahat, dan jajaran perusahaan.
Pembangunan underpass/flyover ini dirancang sebagai akses khusus angkutan batubara guna memisahkan arus kendaraan tambang dari jalan umum.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menertibkan angkutan batubara agar tidak lagi menggunakan jalan umum. Ia mengingatkan bahwa sejak awal kepemimpinannya telah diterbitkan Pergub Nomor 74 Tahun 2018 yang mencabut Pergub Nomor 23 Tahun 2012, dengan tujuan melarang angkutan batubara melintas di jalan umum. Meski sempat diberlakukan toleransi koneksi angkutan, kebijakan tersebut dinilai tetap menimbulkan dampak dan kerugian bagi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Gubernur menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 500.11-004/Instruksi/Dishub/2025 tertanggal 2 Juli 2025 yang menegaskan bahwa mulai 1 Januari 2026 angkutan batubara wajib menggunakan jalan khusus. “Kita ingin pengelolaan sumber daya alam di Kabupaten Lahat berjalan lancar tanpa merugikan masyarakat,” ujarnya.
Gubernur juga mengapresiasi respons cepat PT MIP dan PT SLR yang membangun underpass/flyover sebagai solusi konkret atas persoalan lalu lintas dan keselamatan masyarakat. Ia berharap pembangunan ini menjadi contoh bagi perusahaan lain agar distribusi sumber daya alam dapat berlangsung tertib, aman, dan berkelanjutan. “Saya mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dan berharap pembangunan ini dapat diselesaikan tepat waktu,” katanya, seraya meresmikan pembangunan dengan doa dan harapan kelancaran.
Selama kegiatan berlangsung, pengamanan dilakukan secara terpadu oleh personel Polres Lahat, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Lahat guna memastikan acara berjalan tertib, aman, dan lancar.
Hms/naswani

















