banner 728x250
Batam  

Polda Kepri hadiri penutupan kampanye 24 hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak 2025

banner 120x600
banner 468x60

 

sidikfokusnews.com. Batam — Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menghadiri penutupan Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2025 yang digelar di Wisma PIH Batam Centre, Kamis (18/12/2025). Kehadiran Polda Kepulauan Riau menjadi penegasan komitmen Polri dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak sekaligus membangun sinergi lintas sektor untuk pencegahan dan penanganan kekerasan di wilayah Kepulauan Riau.

banner 325x300

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Ketua Jaringan Safe Migran Peduli Perempuan dan Anak Pendeta Musa Mau, Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad, Waka III BKOW Provinsi Kepri Ika Lasdiana Wati, Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Andika Aer, Ketua KKPPMP Romo Crisantus Paskalis Saturnus, Kepala BP3MI Kepri Kombes Pol. Imam Riyadi, Komisioner Komnas Perempuan Bidang Pekerja Perempuan Dr. Devi Rahayu, perwakilan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial Sudirman Latief, serta perwakilan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam.

 

Mewakili Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad menegaskan bahwa Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, kampanye ini merupakan peneguhan komitmen bersama bahwa segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah pelanggaran nilai kemanusiaan yang tidak dapat ditoleransi.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak—baik fisik, psikis, seksual, maupun berbasis digital—masih menjadi tantangan nyata. Pencegahan dan penanganannya menuntut kolaborasi aktif seluruh elemen, mulai dari keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, media, hingga aparat penegak hukum,” tegasnya.

Ia menambahkan, penutupan kampanye justru harus dimaknai sebagai awal dari komitmen berkelanjutan. Nilai kesetaraan, penghormatan terhadap martabat manusia, keberanian untuk melapor, serta keberpihakan kepada korban perlu diimplementasikan dalam kebijakan dan tindakan nyata sehari-hari—tidak hanya selama masa kampanye, tetapi sepanjang waktu.

Polda Kepri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kampanye ini. Sinergi yang terbangun diharapkan terus berlanjut guna mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan dan anak, serta mendorong lahirnya generasi yang berdaya, berkarakter, dan bebas dari kekerasan.

“Kolaborasi adalah kunci. Bersama-sama kita wujudkan ruang aman bagi perempuan dan anak di Kepulauan Riau,” tutup Kabidhumas Polda Kepri.

( redaksi )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *