sidikfokusnews.com. Tanjungpinang — SLB Negeri 1 Tanjungpinang kembali menegaskan perannya sebagai satuan pendidikan inklusif yang progresif dan berorientasi masa depan melalui rangkaian kegiatan terpadu yang digelar bersamaan dengan pembagian rapor Semester I Tahun Pelajaran 2025/2026, Jumat (19/12/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau yang di wakili oleh Sadri Islami, M.Pd,. Ketua Komite Sekolah Rojiun, para guru dan tenaga kependidikan, orang tua/wali murid, serta berbagai mitra dunia usaha dan dunia industri yang selama ini mendukung penguatan layanan vokasi bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Kepala SLB Negeri 1 Tanjungpinang T. Sy. Nadhrah, S.Pd., selaku ketua pelaksana kegiatan, menyampaikan bahwa pembagian rapor bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum reflektif untuk melihat proses tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh.
“Nilai dalam rapor bukan hanya angka. Ia adalah cerminan proses belajar, ketekunan, kesabaran, dan usaha anak-anak kita, yang didampingi dengan penuh kasih oleh para guru dan didukung oleh peran orang tua,” ujarnya dalam sambutan.
Pada kesempatan yang sama, sekolah juga menyelenggarakan bazar vokasi yang menampilkan hasil keterampilan peserta didik jenjang SMPLB dan SMALB. Produk-produk yang dipamerkan menunjukkan bahwa peserta didik memiliki kapasitas untuk berkarya, berproduksi, dan berkontribusi secara nyata, sekaligus menjadi bagian dari proses pembentukan kemandirian ekonomi sejak dini.
Selain itu, SLB Negeri 1 Tanjungpinang melaksanakan sosialisasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi peserta didik kelas X, XI, dan XII SMALB. Program ini dirancang sebagai jembatan awal untuk memperkenalkan peserta didik pada dunia kerja, etos profesional, serta interaksi sosial di lingkungan masyarakat.
Komitmen penguatan layanan pendidikan berbasis potensi juga diwujudkan melalui pelaksanaan Tes STIFIn Genetic bagi peserta didik kelas I, III, VII, dan X. Tes ini dimaksudkan untuk membantu sekolah dan orang tua memahami kecenderungan minat dan bakat alami anak, sehingga strategi pendampingan dan pembelajaran dapat disesuaikan dengan karakteristik unik masing-masing peserta didik.
Dalam rangka memperkuat keberlanjutan program vokasi, sekolah turut melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) PKL secara simbolis dengan sejumlah mitra, antara lain PT. Karakter Insan Tangguh, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau, Bidang Rehabilitasi Sosial Provinsi Kepulauan Riau, serta CV. Citra Sari. Dukungan juga datang dari pelaku usaha dan industri lokal, seperti PT. Rezeki Ikhtiar Engineering, Toko NY PS Carwash, serta usaha tanaman sayur hidroponik, yang membuka ruang belajar dan praktik nyata bagi peserta didik.
Pengamat pendidikan inklusif Kepulauan Riau menilai langkah yang dilakukan SLB Negeri 1 Tanjungpinang sebagai contoh konkret transformasi pendidikan khusus yang tidak berhenti pada aspek akademik semata. Menurutnya, integrasi antara pembagian rapor, bazar vokasi, pemetaan bakat, dan kemitraan industri menunjukkan pendekatan holistik yang selaras dengan kebutuhan riil peserta didik berkebutuhan khusus di masa depan.
“Pendidikan luar biasa harus bergerak dari sekadar perlindungan menuju pemberdayaan. Ketika sekolah berani membangun ekosistem dengan dunia usaha, memetakan potensi anak sejak dini, dan melibatkan orang tua secara aktif, maka transisi lulusan ke kehidupan sosial dan dunia kerja menjadi lebih realistis dan bermartabat,” ujarnya.
Ia menambahkan, model seperti ini patut direplikasi oleh sekolah-sekolah luar biasa lainnya, karena menempatkan peserta didik sebagai subjek yang memiliki potensi, bukan objek belas kasihan.
Menutup kegiatan, Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya agenda tersebut, mulai dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, komite sekolah, para narasumber, mitra dunia usaha dan industri, hingga orang tua yang terus memberikan kepercayaan dan kerja sama.
“Kami percaya, dengan kolaborasi dan niat yang tulus, anak-anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan mampu mengambil peran di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Dengan pendekatan yang menyeluruh dan berorientasi masa depan, SLB Negeri 1 Tanjungpinang kian memantapkan diri sebagai ruang tumbuh yang aman, adaptif, dan bermakna bagi peserta didik berkebutuhan khusus di Kepulauan Riau.
( redaksi )

















