sidikfokusnews.com. Batam — Upaya meningkatkan kualitas literasi akademik mahasiswa terus diwujudkan melalui pembelajaran Bahasa Indonesia yang menekankan pemahaman struktur kalimat secara bertahap dan sistematis. Hal tersebut tergambar dalam materi bertajuk “Pembentukan Kalimat: Sederhana hingga Kalimat Luas” yang dipresentasikan dalam kegiatan perkuliahan Bahasa Indonesia di bawah pengampu Dr. Nursalim, S.Pd., M.Pd.
Materi pembelajaran tersebut disusun dan dipaparkan oleh mahasiswa Bunga Sepia Aliana Pury, yang menampilkan pemahaman konseptual sekaligus kemampuan komunikatif dalam menjelaskan struktur kalimat Bahasa Indonesia. Presentasi ini menjadi bagian dari pembelajaran aktif yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek utama dalam proses akademik.
Dalam pemaparannya, Bunga Sepia Aliana Pury menjelaskan bahwa kemampuan menyusun kalimat merupakan fondasi utama dalam penguasaan bahasa, baik untuk kepentingan akademik maupun komunikasi profesional. Menurutnya, kalimat tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses berpikir yang runtut, dimulai dari kalimat sederhana hingga berkembang menjadi kalimat luas yang lebih kompleks dan kaya makna.
Ia menerangkan bahwa kalimat sederhana umumnya terdiri atas satu klausa dengan unsur inti berupa subjek dan predikat. Kalimat jenis ini menjadi dasar karena membantu penutur memahami hubungan pokok antarunsur bahasa. Dari struktur dasar inilah kalimat dapat dikembangkan tanpa kehilangan inti makna.
Diskusi kelas berlangsung dinamis ketika Yuliana Febrina mengajukan pertanyaan mengenai alasan kalimat sederhana dapat berkembang menjadi kalimat luas. Menanggapi hal tersebut, Bunga Sepia Aliana Pury menjelaskan bahwa kalimat sederhana bersifat terbuka dan fleksibel. Kalimat tersebut dapat diperluas karena unsur predikat memungkinkan penambahan objek, pelengkap, maupun keterangan. Proses perluasan ini bertujuan memperjelas gagasan, menambah informasi, serta menyesuaikan konteks komunikasi.
Pertanyaan selanjutnya disampaikan oleh Aqilla Rizki Putri terkait unsur apa saja yang dapat ditambahkan untuk memperluas kalimat. Dalam jawabannya, Bunga Sepia Aliana Pury menyampaikan bahwa perluasan kalimat dapat dilakukan dengan menambahkan objek untuk predikat transitif, pelengkap untuk menyempurnakan makna predikat tertentu, keterangan untuk menjelaskan waktu, tempat, tujuan, sebab, atau cara, serta klausa tambahan yang menjadikan kalimat lebih kompleks dan informatif.
Diskusi semakin berkembang ketika Andi Aulia menanyakan perbedaan antara kalimat luas rapatan dan kalimat luas setara. Menjawab pertanyaan tersebut, Bunga Sepia Aliana Pury menjelaskan bahwa kalimat luas rapatan merupakan kalimat yang diperluas dengan merapatkan unsur-unsur sejenis dalam satu fungsi, misalnya beberapa subjek atau objek yang digabungkan dalam satu struktur kalimat. Sementara itu, kalimat luas setara adalah kalimat yang tersusun atas dua atau lebih klausa yang memiliki kedudukan sama dan dihubungkan oleh konjungsi setara seperti dan, atau, dan tetapi.
Pertanyaan konseptual juga diajukan oleh Mia Asnova Rena, Kaprodi Keperawatan, mengenai pengertian unsur subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Menanggapi hal tersebut, Bunga Sepia Aliana Pury menjelaskan bahwa subjek adalah unsur yang menjadi pokok pembicaraan dalam kalimat. Predikat merupakan unsur yang menerangkan tindakan, keadaan, atau sifat subjek. Objek adalah unsur yang dikenai langsung oleh tindakan predikat. Pelengkap berfungsi melengkapi makna predikat namun tidak dapat dijadikan subjek dalam kalimat pasif. Adapun keterangan berfungsi memberikan informasi tambahan mengenai waktu, tempat, cara, sebab, atau tujuan suatu peristiwa.
Pemaparan dan diskusi ini menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa dalam memahami, menjelaskan, dan mempertanggungjawabkan konsep kebahasaan secara ilmiah. Peran dosen pengampu tetap menjadi fasilitator akademik, sementara mahasiswa diberi ruang untuk berpikir kritis dan komunikatif.
Melalui pembelajaran pembentukan kalimat dari sederhana hingga kalimat luas, mahasiswa dilatih untuk menyusun gagasan secara sistematis dan logis. Kemampuan ini menjadi bekal penting dalam penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan akademik, serta komunikasi profesional lintas disiplin ilmu.
Dengan demikian, materi Pembentukan Kalimat: Sederhana hingga Kalimat Luas tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga menjadi sarana pembentukan mahasiswa yang literat, reflektif, dan memiliki kecakapan berbahasa yang matang dalam menghadapi tantangan akademik dan dunia kerja di masa depan.
(Redaksi).















