sidikfokusnews. Cinere.-SDIT Miftahul Ulum Cinere kembali menghadirkan sebuah perhelatan pendidikan yang sarat makna melalui kegiatan Assembly bertajuk “BidadariMu”, sebuah panggung cinta yang dipersembahkan oleh murid kelas 1–3 untuk para bunda tercinta. Diselenggarakan pada Sabtu, 13 Desember 2025, kegiatan ini bukan sekadar pentas seni, melainkan ruang ekspresi kasih sayang yang tulus, jujur, dan menggetarkan hati. Balutan suasana hangat, lembut, dan penuh warna menjadikan acara ini sebagai momen berharga yang menyatukan senyum bahagia dan air mata haru para orang tua.
Pagi hari dibuka dengan lantunan marawis, tilawah Al-Qur’an, serta paduan suara Indonesia Raya dan Mars SDIT Miftahul Ulum yang menghadirkan nuansa khidmat sekaligus membangkitkan rasa bangga. Satu per satu penampilan dari setiap kelas mengalir indah: pembacaan ayat suci, nyanyian penuh makna, tarian ceria, hingga puisi musikal yang menyentuh relung hati. Seluruh penampilan dikemas melalui pendampingan dan kolaborasi para guru, sehingga anak-anak tampil percaya diri, berani, dan mampu menunjukkan potensi terbaik mereka di hadapan sosok yang paling mereka cintai.
Di momen inilah tampak kuatnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter anak sejak dini. Kepala SDIT Miftahul Ulum, Dedy Susanto, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini menjadi jembatan emosional yang mempererat hubungan murid dengan orang tua, sekaligus menanamkan nilai adab dan rasa hormat kepada ibu sebagai fondasi pendidikan karakter.
Lebih dari sekadar ajang apresiasi, Assembly “BidadariMu” menjadi refleksi bahwa pendidikan sejati tidak berhenti pada capaian akademik. Ia hidup dalam nilai cinta, empati, keberanian mengekspresikan perasaan, serta kesantunan dalam berinteraksi. Melalui panggung sederhana yang dipenuhi ketulusan, para murid belajar bahwa membahagiakan orang tua adalah bagian dari ibadah dan wujud syukur atas kasih sayang tanpa batas yang mereka terima setiap hari. Hal ini sejalan dengan visi kurikulum sekolah, sebagaimana disampaikan Mudzakkir Harun Alrasyid, bahwa pendidikan harus menyentuh hati sebelum membentuk prestasi.
Acara ditutup dengan pengumuman peserta dan pemberian apresiasi, namun makna sesungguhnya telah tertanam jauh lebih dalam. SDIT Miftahul Ulum kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menumbuhkan akhlak mulia. Melalui “BidadariMu”, sekolah ini membuktikan bahwa ketika cinta, pendidikan, dan ketulusan dipertemukan, lahirlah generasi yang tumbuh dengan hati yang lembut, penuh hormat kepada orang tua, dan siap menebarkan kebaikan bagi masa depannya.
(Nursalim Turatea).

















